Bakal Dipasok Air Bersih selama Tiga Bulan
KABUPATEN - Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Oktavian salurkan air bersih kepada tiga desa terdampak kekeringan, kemarin. Langkah itu sebagai wujud pemerintah hadir dalam mengentaskan bencana kekeringan di Bumi Majapahit.
Tahun ini masih ada tiga desa yang mengalami krisis air bersih. Meliputi, Desa Kunjorowesi dan Manduromanggunggajah di Kecamatan Ngoro serta Desa Duyung di Kecamatan Trawas. Ketiganya merupakan desa yang berada di sekitar lereng Gunung Penanggungan’’Dengan bantuan air bersih ini semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Tadi warga juga sangat antusias,’’ ungkap Mas Wabup Rizal saat penyaluran di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Senin (11/8).
Penyaluran ini sebagai tindak lanjut permintaan masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih pada musim kemarau. ’’Tiap hari distribusi air bersih ini sebanyak 10 tangki dengan kapasitas 4.000 liter untuk tiga desa yang telah menjadi langganan bencana tahunan,’’ paparnya.
Tak sekadar itu, sebagai solusi jangka panjang, pemkab terus melakukan berbagai upaya agar bencana kekeringan yang melanda desa di lereng Gunung Penanggungan itu bisa teratasi. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi paranet untuk menangkap embun agar bisa mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk, dehumidifier, penyerap kelembapan. ’’Prinsipnya, bantuan rutin di daerah Kunjorowesi ini akan dilakukan pemerintah daerah sambil mencari langkah yang lebih baik. Antara teknologi paranet atau dehumidifier, saya tadi meminta dicoba yang mana yang cocok untuk warga,’’ bebernya.
Bahkan, sebagaiamana informasi dari kepala desa setempat ada warga yang sudah pernah memanfaatkan teknologi paranet. Hanya saja saat ini kondisinya sudah rusak. ’’Jadi, paranet sudah banyak berhasilnya, sekarang dehumidifier juga sudah terjangkau dan banyak dijual di toko online,’’ tegasnya.
Solusi tersebut, terang Rizal, sambil menunggu solusi permanen yang saat ini tengah dilakukan pemerintah Provinsi Jatim. Yakni, mengkaji penyaluran dari desa atau sumber terdekat. ’’Jadi tidak ada salahnya solusi itu dicoba sambil menunggu tahapan mencari solusi terbaik dan permanen,’’ pungkasnya.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, menambahkan, sedikitnya tiga ribu warga Desa Kunjorowesi terdampak kekeringan. Sementara di Desa Manduro Manggunggajah total ada 1.861 warga alami krisis air bersih. Juga, 1.564 warga Desa Duyung juga terdampak. ’’Dropping air bersih tahap awal ini bakal dilangsungkan selama satu bulan ke depan. Kami siapkan untuk tiga desa sebanyak 300 tangki dengan kapasitas 4.000 liter,’’ ungkapnya.
Rinciannya, empat tangki untuk Desa Kunjorowesi dan tiga tangki masing-masing untuk Desa Manduro Manggunggajah dan Desa Duyung. Selain bantuan air bersih, khusus warga Desa Kunjorowesi, BPBD juga menyerahkan ratusan bantuan logistik berupa beras dan bahan pokok. Bantuan ini wujud pemerintah hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. ’’Semoga sedikit bantuan berupa paket sembako ini juga bisa meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,’’ tuturnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi