PT Husnul Amanah Islam
MENINGGAL saat ibadah umrah adalah sebuah karunia besar dan kemuliaan dari Allah SWT. Kabar kewafatan jamaah saat ibadah di Tanah Suci, tentu menjadi duka yang mendalam. Terlebih karena jasad mereka tidak bisa dibawa ke tanah air.
Jamaatun Buang, jemaah umrah asal Dusun Mojogeneng, Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, mengaku ikhlas melepas kepergian sang suami, Satumar Kasiro, yang dinyatakan wafat, Rabu (6/8) lalu. Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi keluarga. ’’Almarhum berangkat berempat bersama istri, anak perempuan dan menantu perempuannya. Mereka terbang dari Surabaya-Jeddah pada Senin (4/8) lalu,’’ kata Ustaz Linggha Sennakyz, Lc, pembimbing umrah.
Dia menerangkan, selama perjalanan kondisi kesehatan almarhum terlihat baik dan cenderung segar. Bahkan, saat sedang menjalani city tour pertama di Jabal Tsur, almarhum sempat berfoto dan bersenda gurau. ’’Saat perjalanan menuju Arafah, tiba-tiba beliau tidak sadarkan diri. Kami juga sempat khawatir dan panik, sang anak juga memberikan pertolongan pertama,’’ ulas pembimbing umrah Travel PT Husnul Amanah Islam ini.
Karena tak kunjung sadar, almarhum dilarikan ke rumah sakit (RS) An-Nur, Mekkah. Meski sempat mendapat perawatan dan dukungan dari tim kesehatan, namun takdir berkata lain. ’’Saat dipompa jantung, tidak tertolong. Pihak RS menyatakan, almarhum wafat pukul 09.03 pagi,’’ ulas dia.
Usai mengurus surat keterangan wafat dan izin pemakaman, jenazah Satumar Kasiro pun akhirnya dimakamkan Kamis (7/8) lalu, setelah disalatkan di Masjidil Haram. Meski menyedihkan, banyak yang meyakini wafat dalam kondisi beribadah di Tanah Suci adalah sebuah kemuliaan yang Allah berikan hanya kepada hamba terpilih. ’’Keluarga merasa kehilangan dan rida dengan musibah ini. Karena almarhum dimakamkan di tempat mulia dalam keadaan baik dan sebaik-nya,’’ tutur Ustaz Linggha.
Pihaknya menambahkan, keluarga meyakini selama hidup amalan almarhum selalu mengusahakan untuk bersedekah. Sehingga beliau bisa merasakan nikmatnya kematian dalam kondisi baik disalatkan maupun dimakamkan di tempat yang mulia. ’’Ini adalah umrah beliau yang kedua kalinya. Kami juga tidak menyangka, sebelumnya almarhum juga berniat setiap tahun ingin umrah dan mengumrahkan keluarga, tetapi Allah punya kehendak lain,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi