Cegah Potensi Kendaraan Ngeblong dan Masuk Jurang
KABUPATEN – Pasca dievaluasi, jalur penyelamatan di turunan rest area Sendi, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, langsung dilakukan perbaikan. Tak hanya ditata ulang, benteng sekam juga dipertebal untuk mencegah pengendara terperosok ke jurang.
Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid mengatakan, ukuran standar tinggi dan tebal benteng sekam di jalur turunan adalah 2 meter. Dengan ketebalan itu laju kendaraan yang ngeblong di jalur ekstrem ini bisa diredam.
Sehingga tidak sampai terperosok ke jurang seperti mobil Toyota Avanza yang ngeblong hingga menimbulkan satu korban jiwa dan lima korban luka, Senin (28/7). ’’Tebalnya menyesuaikan, namun secara teknis diperkirakan dua meter,’’ ungkapnya, kemarin.
Untuk memperbaikinya, Polres Mojokerto bersama UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Mojokerto Dinas Bina Marga Jawa Timur siap memasok sekam guna menambah ketebalan benteng. Yakni, sebanyak 500 sak yang akan disusun dan ditata di dua jalur penyelamatan.
Masing-masing 300 sak di rest area Sendi dan 200 sak di jalur penyelamatan tikungan Gotekan, Desa/Kecamatan Pacet. Dalam waktu dekat, ratusan sak sekam tersebut akan didatangkan dan langsung disusun petugas bersama relawan menjadi benteng penyelamat yang tangguh. ’’Insya Allah dalam bulan ini sudah diperbaiki,’’ imbuhnya.
Sebelumnya, Polres bersama UPT PJJ dan Dishub Jatim meninjau kondisi jalur penyelamatan usai diterjang Toyota Avanza yang ngeblong dan masuk jurang, Senin (28/7). Dari hasil monitoring, benteng sekam dinilai sudah rusak. Sehingga perlu diperbaiki secepatnya untuk menghindari munculnya korban berikutnya. ’’Kondisi benteng sekam banyak yang sobek dan di TKP kecelakaan kemarin (Senin, Red) kurang tinggi,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi