KOTA - Hari Anak Nasional di Kota Mojokerto ditandai kabar duka yang menimpa seorang siswa SD yang tertabrak truk ketika pulang sekolah. Sementara, anak lainnya berjibaku mengais koin dari pengguna jalan.
Kemarin (23/7) siang, perjalanan ZA, bocah 11 tahun yang hendak pulang dari sekolah berubah menjadi perjalanan terakhir baginya. Siswa kelas 5 SDN Kedundung 3 itu tertabrak truk saat mengayuh sepeda di Simpang Empat Sekarputih, Jalan Bypass Kota Mojokerto. Korban tewas seketika, sedang sepedanya terbelah jadi dua.
Insiden maut sekitar pukul 13.00 tersebut terjadi saat lalu lintas jalan nasional itu sedang padat. Korban awalnya menyeberang dari barat atau Jalan Empunala hendak pulang ke arah timur. Bocah laki-laki itu diketahui tinggal di Jalan Sekar Abang, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Dia mengendarai sepeda ontel sendirian.
Pada saat bersamaan, truk bernopol S 8084 NI datang dari arah timur yang berbelok ke utara menabrak korban. Akibatnya, bocah malang itu tewas seketika setelah terlindas roda truk. Sepeda Phoenix yang ditungganginya juga putus. Rangka sepeda ini patah menjadi dua karena ikut terlindas.
Saat kejadian, lampu lalu lintas dari kedua arah sama-sama menyala hijau. Sopir truk, Endrik Suroso, 49, mengaku tak mengetahui ada pesepeda yang menyeberang. ’’Saya tidak tahu, pokoknya saya langsung minggir (setelah menabrak),’’ ucap warga Desa Penompo, Kecamatan Jetis, itu di lokasi.
Endrik mengaku tak membawa muatan. Saat itu, dia hendak pulang usai bongkar muatan tanah. Usai kejadian, jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Sementara itu, polisi melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi.
Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Galih Yasir Mubaroq mengatakan, korban meninggal dengan luka di bagian dada sebelah kanan dan kaki kanan. Pihaknya pun mengimbau pengguna jalan selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga jarak aman. ’’Selalu konsentrasi dan tidak terlalu dekat dengan kendaraan lain,’’ ucapnya.
Sementara itu, sejumlah anak di bawah umur mencari nafkah di jalanan Kota Mojokerto kemarin. Pemandangan tersebut kerap dijumpai di beberapa titik persimpangan wilayah kota. Pada Hari Anak Nasional yang diperingati tiap 23 Juli Kota Mojokerto masih banyak dijumpai anak-anak yang bernasib tragis, meskipun Kota Mojokerto menyandang kota ramah anak. (adi/fan/fen)
Editor : Hendra Junaedi