Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Suhu Terendah Sentuh 13 Derajat Celsius, Mojokerto Raya Hadapi Fenomena Bediding

Martda Vadetya • Senin, 21 Juli 2025 | 15:20 WIB
BERKABUT: Wilayah Mojokerto tengah menghadapi fenomena bediding yang diprediksi berlangsung hingga sebulan kedepan.
BERKABUT: Wilayah Mojokerto tengah menghadapi fenomena bediding yang diprediksi berlangsung hingga sebulan kedepan.

MOJOKERTO RAYA - Akhir-akhir ini, suhu saat malam hingga pagi hari di wilayah Mojokerto terasa lebih dingin ketimbang biasanya. BMKG mencatat, suhu terendah di wilayah kota dan kabupaten bahkan mencapai 20-13 derajat celsius.

Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya menyebut, hal ini dikarenakan Mojokerto Raya menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang tengah menghadapi fenomena bediding. Anomali ini biasa terjadi saat memasuki musim kemarau dengan langit cerah atau tanpa tutupan awan. ’’Sesuai prediksi, fenomena bediding ini berlangsung sampai bulan Agustus nanti seiring masa puncak musim kemarau,’’ ungkapnya, kemarin.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor pemicu terjadinya fenomena bediding. Pertama, hembusan angin Muson Australia yang membawa udara dingi dan kering ke area Jawa Timur. Kemudian langit cerah yang membuat panas permukaan bumi cepat terlepas ke atmosfer. ’’Meski bumi sedang berada di titik terjauh dari matahari atau fenomena aphelion, pengaruhnya ke suhu hanya sekitar 7 persen. Jadi faktor utamanya tetap angin dingin dan minim awan,’’ papar Andrie.

Sesuai hasil prakiraan, cuaca Mojokerto Raya akan cerah dan tidak ada hujan selama tiga hari kedepan. Sementara suhu tertinggi saat tengah terik diperkirakan di kisaran 30 derajat celsius. BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada selama menghadapi fenomena bediding. Dimulai dengan memakai pakaian hangat selama suhu terasa dingin. ’’Karena fenomena bediding bisa terjadi bersamaan dengan kemarau basah. Jadi tetap waspada terjadinya potensi hujan lokal,’’ tukasnya. (vad/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#dingin saat kemarau #suhu dingin ekstrem #bediding #mojokerto #BMKG