Antisipasi Aksi Nyemplung Kali
MOJOANYAR - Aksi nyemplung kali di Dam Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, beberapa waktu lalu sempat membuat heboh. Pos pantau petugas gabungan bahkan didirikan selama pekan untuk mengantisipasi kembali terjadinya aksi serupa sebelum kini akhirnya dibubarkan.
’’Jadi terhitung mulai dari 4 Juli sampai terakhir 17 Juli kemarin,’’ ujar Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Mojokerto Mahendra Widhi Wicaksono, kemarin.
Penghentian pemantauan oleh personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP maupun Jasa Tirta ini karena kondisi dan situasi di Dam Rolak Songo yang semakin hari dinilai kondusif. ’’Jadi sekarang kita lakukan pengawasan dan monitoring lewat patroli rutin seperti biasa,’’ terangnya.
Pihaknya mengaku, belum bisa memastikan adanya peluang pos pantau petugas gabungan diperpanjang. ’’Sampai saat ini masih belum instruksi lagi dari pimpinan,’’ tambah Mahendra. Pos pantau didirikan untuk mencegah terjadinya aksi mengakhiri hidup dengan nyemplung kali.
Petugas gabungan berjumlah 3-6 orang bergiliran memantau kawasan Dam Rolak Songo untuk melakukan penjagaan hampir 24 jam penuh. Di samping itu, sejumlah spanduk imbauan turut dipasang di sekeliling area pintu air.
Seperti diketahui, sebelumnya sejumlah warga nekat mengakhiri hidup dengan nyemplung ke kali dari Dam Rolak Songo. Terakhir dilakukan Sie Yusafat Romadhona, 21, pada 2 Juli lalu.
Pemuda asal Wonoayu, Sidoarjo, ini ditemukan tim SAR dalam kondisi tewas mengambang di bawah jembatan kereta api Keling, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, dua hari kemudian. Aksi serupa dilakukan Aprilina Teonata, 28, pada 3 Juli. Ibu tiga anak asal Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ini hendak nyemplung ke sungai dari Rolak Songo. Namun upaya itu digagalkan kepolisian yang berjaga di lokasi. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi