KABUPATEN - Sejumlah ruas jalan di wilayah Hukum Polres Mojokerto bakal dilakukan penutupan total. Pengguna jalan raya pun diminta melintas di jalur alternative yang sudah ada. Hal itu seiring dengan dimulainya proyek pengerjaan jembatan oleh Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan, pembangunan di wilayah Kabupaten Mojokerto terus digeber. Tidak sekadar perbaikan ruas jalan, sejumlah jembatan juga menjadi bagian dari perbaikan yang jadi prioritas. ’’Terbaru yang segera dimulai pengerjaan ada sejumlah paket proyek jembatan yang minggu lalu baru berkontrak,’’ ungkapnya.
Salah satunya jembatan lebaksono, Kecamatan Pungging. Proyek senilai Rp 9,6 miliar ini dimenangkan oleh CV Allanta Raya dengan waktu pelaksanaan 180 hari. Dimulai 1 Juli sampai 27 Desember. Dengan anggaran sebesar itu, pemda menargetkan mempu mengerjakan dengan volume lebar 7 meter dan panjang 60 meter. Demikian dengan jembatan Jurang Tiga Purwojati, Kecamatan Ngoro kontraknya sebesar Rp 2,5 miliar. ’’Jembatan ini sudah sebulan lebih ditutup karena memang kondisinya mengkhawatirkan. Ditargetkan pelakanaan tuntas selama 180 hari sebagaiaman kontrak,’’ tegasnya.
Lalu jembatan Suwiden Kecamatan Trowulan dan jembatan Sumberjati, Kecamatan jatorejo. ’’Di empat lokasi jembatan ini kita akan menutup total, sehingga arus lalu lintas nantinya akan dilakukan pengalihan,’’ tandasnya.
Tak urung kondisi itu mengharuskan masyarakat untuk menghindari ruas jalan tersebut. Sebagaimana rapat kordinasi dengan instansi terkait sebelumnya, termasuk Satlantas Polres Mojokerto, penutupan total dimulai Senin (14/7). Langkah itu sebagai percepatan realisasi pembanguanan yang sudah menjadi komitmen pemkab dalam memberikan keamanan dan kenyamanan infrastruktur. ’’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan, jadi kami himbau pengguna jalan bisa memakai jalur alternatif yang sudah tersedia, terima kasih atas dukungannya,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi