Tak Ditemukan Pengguna, Hasil Dinyatakan Negatif
KOTA – Potensi penyelundupan dan peredaran narkoba di dalam penjara masih mengancam Lapas Kelas II-B Mojokerto. Tes urine secara acak dan serentak menjadi salah satu upaya dalam mencegah praktik tersebut.
Kemarin (10/7), giliran puluhan warga lingkungan lapas menjalani uji kandungan urine. Tak hanya bagi napi dan tahanan, tes yang digelar dengan menggandeng dinas kesehatan, BNNK, dan kepolisian ini juga menyentuh para sipir. ”Sebanyak 46 petugas dan 34 warga binaan mengikuti tes urine,” kata Kalapas Kelas II-B Mojokerto Rudi Kristiawan.
Menurutnya, dari hasil pengecekan kali ini tak ditemukan adanya penghuni yang positif narkoba. Seluruh kandungan urine menunjukkan hasil negatif. Meski demikian, Rudi menyatakan, tes akan dilakukan kembali sewaktu-waktu secara mendadak. ”Ini komitmen kami untuk menciptakan lapas zero narkoba,” tegasnya.
Sebelumnya, tes urine terhadap warga binaan juga digelar dua pekan lalu. Saat itu, sekitar 30 napi dan tahanan menunjukkan hasil negatif alias tak teridikasi menggunakan narkoba. Rudi menyebutkan, selain memerangi penyalahgunaan, pihaknya juga mencegah upaya penyelundupan narkoba ke lapas.
Karena itu, pemeriksaan terhadap barang pengunjung dilakukan secara ketat. Pun demikian dengan penjagaan pagar lapas agar tak terjadi upaya pelemparan barang terlarang dari luar. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi