Dibangun dengan Menelan Anggaran Rp 2,8 Miliar
KOTA – Kualitas pembangunan trotoar di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto, layak dipertanyakan. Belum genap dua tahun, proyek jalur pedesterian yang menguras anggaran Rp 2,8 miliar itu sudah banyak mengalami jebol.
Di antara kerusakan yang paling kentara terdapat di depan kantor KPU Kota Mojokerto. Sedikitnya empat titik trotoar ambrol dengan pola kerusakan hampir mirip. Yakni, paving yang bukan bagian dari susunan bentuk melingkar.
Akibat kerusakan yang terjadi, trotoar pun berlubang. Kondisi tersebut dinilai berbahaya lantaran membuat pejalan kaki rawan terperosok. ”Di tengah trotoar ini kan ada jalur khusus orang tunanetra, dan kalau pagi biasanya ada lansia lewat olahraga, itu yang kasihan,” kata Dwi, salah satu warga, kemarin (9/7).
Tak hanya di area ini, kerusakan serupa juga terpantau di sebelah selatan simpang empat Jalan Pahlawan-Tropodo. Hanya saja, kondisinya di depan markas Denbekang V/2.B Mojokerto ini tak separah yang di depan kantor KPU. ”Sangat disayangkan karena ini fasilitas umum tapi dibiarkan rusak, ya mohon diperhatikan dan ditata lagi yang rapi,” harapnya.
Jihanudin, warga lainnya juga berpendapat demikian. Selain tak nyaman dipandang, trotoar yang dibiarkan rusak juga mengancam keselamatan pejalan kaki. ”Paling sederhana kan tersandung, mbok ya segera diperbaiki ndak menunggu viral dulu,” cetusnya.
Sayangnya, Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji tak merespons saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) soal kondisi trotoar dan kapan akan ada perbaikan.
Diketahui, proyek trotoar Jalan Pahlawan menghabiskan anggaran Rp 2,8 miliar dari APBD Kota Mojokerto tahun 2023. Saat itu pemkot menggandeng CV Asta Jaya asal Kelurahan Purwotengah sebagai rekanan pelaksana. Meski baru tuntas dikerjakan, pekerjaan trotoar sudah terkesan amburadul sejak tahun lalu. Sebab, penataan banyak jalur difabel yang tak tersambung dan pecah serta penataan paving yang dianggap asal-asalan. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi