Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hindari Aksi Nyemplung Kali, Rolak Songo Mojokerto Diawasi

Martda Vadetya • Kamis, 10 Juli 2025 | 15:30 WIB

PENGAMANAN: Personel gabungan disiagakan di pos pantau untuk mangawasi situasi di kawasan Dam Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar.
PENGAMANAN: Personel gabungan disiagakan di pos pantau untuk mangawasi situasi di kawasan Dam Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar.
 

Petugas Gabungan Dirikan Pos Pantau di Sungai Brantas

 MOJOANYAR - Aksi mengakhiri hidup di kawasan pintu Dam Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, mendapat perhatian dari banyak pihak. Pos pantau didirikan untuk mencegah kembali terjadinya aksi nekat serupa.

 Kepala Desa Lengkong Nuroso menerangkan, tenda sederhana di sisi selatan Rolak Songo didirikan sejak Sabtu (5/7) lalu. Pos pantau digunakan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga satlinmas untuk mengawasi tepian Sungai Brantas dari upaya bunuh diri dengan cara nyemplung ke kali. ”Sesuai rencana awal, pos pantau ini didirikan selama seminggu," ujarnya, kemarin.

 Penjagaan dilakukan selama 24 jam penuh. Petugas gabungan berjumlah 3-6 orang bergiliran memantau kawasan Rolak Songo. ”Jadi selain bhabinkamtibmas dan babinsa, sekuriti Perum Jasa Tirta juga warga sukarela ikut jaga di sana,” ungkapnya. 

Di samping itu, sejumlah spanduk imbauan turut dipasang di sekeliling area pintu air. Tujuannya tak lain untuk mencegah masyarakat dengan mudah nekat mengakhiri hidup di Rolak Songo. Tidak menutup kemungkinan keberadaan pos pantau akan berlanjut lebih dari sepekan. ”Rencana awal memang sampai seminggu saja. Selanjutnya seperti apa, kita rembukan lagi nanti,” tandasnya.

 Seperti diketahui, Sie Yusafat Romadhona, 21, nekat mengakhiri hidup dengan lompat dari Dam Rolak Songo pada Rabu (2/7) sore. Jasad pemuda asal Wonoayu, Sidoarjo, ini ditemukan tim SAR dalam kondisi tewas mengambang di bawah jembatan kereta api Keling, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, dua hari kemudian. 

Kamis (3/7) sore, aksi serupa dilakukan Aprilina Teonata, 28. Ibu tiga anak asal Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ini hendak nyemplung ke sungai dari Rolak Songo. Upaya mengakhiri hidup itu digagalkan kepolisian yang berjaga di lokasi. Di hadapan petugas, Aprilina mengaku depresi.

 Sebelumnya, pada Desember 2024 lalu, Teguh Hendardi, 24, pemuda asal Dusun Sepande, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, lebih dulu mengakhiri hidup di Rolak Songo. Setelah nyemplung ke sungai, jasadnya tak pernah ditemukan hingga kini. (vad/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#bunuh diri #Lengkong #rolak songo #mojoanyar #rolak songo sidoarjo #aksi nekat #pos pantau #nyemplung kali