Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dijaga Polisi, Pasang Imbauan, hingga Doa Bersama, Warga Desa Lengkong Berharap Rolak Songo Mojokerto Tak Jadi Tempat Bunuh Diri Lagi

Martda Vadetya • Rabu, 9 Juli 2025 | 15:15 WIB

KIRIM DOA: Pemdes Lengkong bersama Forkopimca Mojoanyar menggelar doa bersama dan tabur bunga di Dam Rolak Songo, Selasa (8/7).
KIRIM DOA: Pemdes Lengkong bersama Forkopimca Mojoanyar menggelar doa bersama dan tabur bunga di Dam Rolak Songo, Selasa (8/7).
 

Warga Desa Lengkong Berharap Rolak Songo Tak Jadi Tempat Bunuh Diri Lagi

MOJOANYAR - Pasca kejadian bunuh diri di Dam Rolak Songo, sejumlah penanganan dilakukan. Petugas kepolisian tampak berjaga dan ada pula imbauan persuasif di lokasi. Sejumlah warga menggelar doa bersama dan tabur bunga di titik yang sebelumnya dijadikan lokasi mengakhiri hidup, Selasa (8/7) pagi.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, sejumlah petugas kepolisian dan satpam PT Jasa Tirta tampak berjaga di jalan masuk Dam Rolak Songo. Sebuah tenda didirikan sebagai tempat pengawasan. Sedangkan, di mulut jalan juga dipasangi spanduk berisi imbauan persuasif.

Kepala Desa Lengkong Nuroso mengatakan, doa bersama di tepi Sungai Brantas yang digelar pukul 08.00 itu turut dihadiri perangkat desa hingga Forkopimca Mojoanyar. Tujuannya, agar para korban yang meregang nyawa di lokasi bisa tenang di akhirat. ’’Juga supaya Dam Rolak Songo ini tidak dijadikan tempat bunuh diri lagi. Jadi tempat kegiatan yang positif saja,’’ ungkapnya.

Sebagai simbol memanjatkan harapan baik, warga melakukan potong tumpeng. Berikut tabur bunga di lokasi yang dijadikan korban untuk mengakhiri hidup. ’’Karena memang selama ini sudah beberapa kali Rolak Songo malah dijadikan tempat buat bunuh diri,’’ tandasnya.

Seperti diketahui, aksi nekat Sie Yusafat Romadhona, 21, pada Rabu (2/7) sore menggegerkan warga. Pemuda asal Wonoayu, Sidoarjo, ini nyemplung ke Sungai Brantas dari Dam Rolak Songo. Setelah korban menitipkan motor matik yang dikendarai ke salah seorang supeltas di lokasi.

Yusafat akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi tewas mengambang di aliran Sungai Brantas bawah jembatan kereta api Keling, Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, Jumat (4/7) pagi. Ia ditemukan terseret arus sekitar 5 km dari lokasi melompat.

Pada Kamis (3/7) sore, atau hari kedua pencarian Yusafat, AT, 28, ibu tiga anak asal Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, hendak nyemplung ke Sungai Brantas. Upaya mengakhiri hidup itu berhasil digagalkan petugas kepolisian yang berjaga di lokasi. Dihadapan petugas, AT mengaku depresi karena rumah tangganya tengah diterpa badai ekonomi.

Pada Desember 2024, aksi serupa lebih dahulu dilakukan Teguh Hendardi, 24, pemuda asal Dusun Sepande, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri. Teguh nekat mengakhiri hidup dengan nyemplung ke Sungai Brantas dari Dam Rolak Songo. Selama tujuh hari masa pencarian, Tim SAR gabungan belum menemukan jasad Teguh. Hingga kini keberadaan tubuh pemuda yang depresi itu masih misterius. (vad/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Lengkong #dijaga polisi #Doa Bersama #rolak songo #rolak songo sidoarjo #sungai brantas #bunuh diri akibat depresi