Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Air PDAM Kota Mojokerto Mampet, Warga Mandi di Masjid

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 20 Juni 2025 | 15:50 WIB
tersangka-korupsi-pdam-bertambah-giliran-penyuplai-tawas-ditahan
tersangka-korupsi-pdam-bertambah-giliran-penyuplai-tawas-ditahan

Sepekan Tak Mengalir, Pelanggan Perumdam Geram

 KOTA – Layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum atau Perumdam (PDAM) Maja Tirta milik Pemkot Mojokerto dikeluhkan pelanggan. Sudah lebih dari seminggu ini air di rumah mereka mati. Kondisi tersebut memaksa warga membeli air galon hingga numpang mandi ke masjid.

 Krisis air karena masalah layanan PDAM itu dirasakan belasan warga Lingkungan Suronatan, Kelurahan/Kecamatan Magersari. UY, 30, salah satu warga di permukiman belakang rumah dinas wali kota tersebut mengaku kesulitan air sejak Rabu (11/6) pekan lalu. 

Sempat mengalir dengan debit kecil, air akhirnya mati total sehari kemudian. ”Sampai sekarang masih mati, sudah sembilan hari ini,” ucap perempuan 30 tahun itu, kemarin (19/6). Pampatnya air PDAM membuat ibu tiga anak yang masih balita tersebut kesulitan. Keluarganya tak bisa mandi, masak, mencuci pakaian dan alat masak, hingga membersihkan rumah karena persediaan air yang tipis.

 Akibatnya, UY tekor karena harus bolak-balik merogoh kocek untuk membeli air galon. Belakangan dia juga meminta air ke masjid dekat rumahnya setelah diberi izin oleh takmir. ”Kalau kecapekan ambil air, mandi di masjid,” keluh warga Suronatan gang 1 tersebut.

 Menurunya, kondisi demikian juga terjadi di Suronatan gang 3. ”Totalnya ada belasan rumah, di gang 3 yang pakai PDAM mati semua,” imbuh dia. Tanggapan PDAM yang terkesan lamban membuat UY semakin geram.

 Sejak hari pertama, dirinya sudah menghubungi nomor call center Maja Tirta. Namun, dia hanya mendapat janji laporannya akan disampaikan ke tim teknik untuk mengecek kemungkinan adanya pipa bocor.

 Bahkan, UY memutuskan datang ke kantor PDAM di Jalan Pahlawan Nomor 40 karena akhir-akhir ini pesannya tak direspons. ”Hari Senin (16/6) saya ke kantor PDAM, alhamdulillah sorenya diberi bantuan tangki air,” jelasnya. 

UY mengaku sudah berlangganan air PDAM sejak dua tahun lalu setelah sumur bornya tak bisa dipakai. Untuk mendapat layanan air dari BUMD ini, dia membayar tarif kisaran Rp 70 ribu-Rp 85 ribu per bulan. ”Mau bayar untuk bulan Juni ini rasanya berat hati,” ungkapnya.Menurutnya, baru kali ini layanan PDAM mati berhari-hari. Sebelumnya, kata dia, kendala air pampat hanya berlangsung hitungan jam, jarang sampai sehari. ”Kalau tidak ada balita mungkin saya tidak mengeluh sampai seperti ini,” ucapnya lantas istighfar. 

Ketua RT 01 Lingkungan Suronatan Eko Hariono menambahkan, terdapat dua rumah di gang 1 yang air PDAM-nya mati sejak pekan lalu. Untuk di gang lainnya, dia tak mengetahui karena beda pengurus RT. Dia menyatakan, laporan dari warga sudah diteruskan ke pihak perumdam. 

Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut. ”Kasihan warga, sampai sekarang tidak ada perbaikan,” tuturnya. Sementara itu, Direktur Perumdam Maja Tirta Bambang Ribut Sugiatmono tak menjawab saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin. (adi/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#Pemkot Mojokerto #Perumdam #PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) #PDAM mampet #maja tirta