Sempat Jalani Amputasi Kaki, Dimakamkan di Syaraya
KOTA - Salah satu jemaah haji asal Kota Mojokerto dikabarkan wafat di Makkah, Sabtu (14/6) dini hari. Isiyah Tamsuri, warga Lingkungan/Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, ini mengembuskan napas terakhir di Makkah, Jumat (13/6) pukul 21.25 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Sabtu (14/6) pukul 01.25 WIB.
Wafatnya almarhumah disebabkan karena penyakit diabetes yang dideritanya kambuh sejak awal keberangkatan ke Tanah Suci, 15 Mei lalu. Bahkan, sepekan setelah tiba di Arab Saudi, tepatnya saat di Madinah, jemaah kloter 49 ini harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Termasuk dilakukan tindakan medis dengan amputasi kaki lantaran infeksi luka yang disebabkan tingginya kandungan gula darah yang dialami. ’’Beliau waktu di Madinah sempat dirawat di rumah sakit dan diamputasi kakinya. Meninggal dunia pukul 21.25 WAS,’’ ujar Plh Kepala Kemenag Kota Mojokerto Bambang Sunaryadi, kemarin.
Informasi yang diterima, selama di Tanah Suci almarhumah didampingi putra pertamanya, Mohammad Anas, menggantikan porsi keberangkatan sang suami yang meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Meski menderita sakit, namun jemaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Multazam ini masih mengikuti beberapa ritual. Termasuk rukun dan wajib haji, seperti wukuf di Arafah hingga lempar jumrah di Jamarat, Mina, yang dijalani dengan skema murur.
Di mana, setelah wukuf di Arafah, jemaah langsung melanjutkan ke Muzdalifah tanpa turun dari bus dan berlanjut menuju Mina. Termasuk tawaf ifadah dan sai yang telah dijalani sebagai rukun dan wajib haji terakhir beberapa hari lalu. ’’Alhamdulillah sudah selesai semuanya (rukun dan wajib haji). Berangkat dengan anaknya yang mendapat pelimpahan porsi karena suaminya meninggal dunia,’’ imbuhnya.
Jenazah telah dimakamkan di pemakaman Syaraya, di luar Kota Makkah. Sebelumnya, almarhumah sempat dibawa ke Rumah Sakit An Nur untuk dimandikan dan dikafani. Jenazah lalu dibawa ke Masjidilharam untuk disalatkan. ’’Beliau wafat di hotel setelah divisitasi dokter kloter. Sebelum meninggal sempat dicek kondisinya semua normal,’’ tambah KH M. Badri, jemaah haji Kota Mojokerto lainnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi