Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dewan Minta Pemkot Kaji Narasi Terkait Polemik Tetenger Jejak Sejarah Soekarno

Rizal Amrulloh • Sabtu, 14 Juni 2025 | 16:10 WIB

TETENGER: Tugu pengingat jejak Soekarno di SDN Purwotengah yang memuat narasi sejarah tentang masa kecil Sang Proklamator di Kota Mojokerto.
TETENGER: Tugu pengingat jejak Soekarno di SDN Purwotengah yang memuat narasi sejarah tentang masa kecil Sang Proklamator di Kota Mojokerto.
 

 

 KOTA - DPRD Kota Mojokerto turut memberikan atensi terkait polemik tentang narasi sejarah pada tugu atau tetenger Soekarno di SDN Purwotengah. Dewan meminta agar segera dilakukan duduk bersama guna meluruskan data dan naskah tentang masa kecil dari Presiden RI pertama  ini.

Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti menyatakan bakal mengecek langsung tugu yang menjadi tetenger Soekarno semasa bersekolah di Mojokerto tersebut. Dia mengatakan, pihaknya terlebih dulu akan memastikan terkait narasi sejarah yang terpahat pada prasasti tersebut. ”Saya cek dulu untuk melihat tugu di SDN Purwotengah," ungkapnya, kemarin (13/6).

Dewan juga berharap, polemik terkait tugu Soekarno tersebut bisa segera ditemukan solusinya. Karena jika dibiarkan berlarut dikhawatirkan menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat. Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mojokerto Rambo Garudo juga menyarankan agar dilakukan musyarawah bersama untuk mengkaji kembali keakuratan narasi sejarah tentang Bung Karno.

Mengingat, tugu tersebut berada di SDN Purwotengah yang baru diresmikan sebagai Galeri Soekarno Kecil oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon pada Selasa (10/6) lalu. "Mumpung baru diresmikan, kalau memang ada (bukti-bukti) sejarah yang lebih sesuai alangkah bagusnya diselesaikan dengan duduk bersama," tuturnya.

Politisi PDIP ini menyebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu tugu tetenger dan Galeri Soekarno kecil juga diminta untuk mengagendakan forum diskusi. Untuk mencari titik temu, diharapkan pertemuan tersebut dapat mewadahi berbagai pihak.

Utamanya yang berkompeten tentang tapak tilas atau jejak sejarah Sang Proklamator. "Jadi dibutuhkan kerja sama dan komunikasi, sehingga satu sama lain bisa saling melengkapi data sejarah," tegas Rambo. 

Seperti diketahui sebelumnya, narasi sejarah pada tugu tetenger Soekarno menuai kritik dari kalangan pemerhati sejarah. Di antaranya datang dari pegiat Titik Nol Soekarno dan Ndalem Pojok Persada Soekarno yang menilai teks informasi pada penanda jejak masa kecil Bung Karno di SDN Purwotengah yang dinilai tak sesuai dengan bukti sejarah. 

Di antaranya terkait penyebutan nama sekolah dan periode Soekarno di Mojokerto. Pada tugu tertulis bahwa Soekarno bersekolah di Kota Mojokerto sejak tahun 1907. Sedangkan keluarga Bung Karno diyakni baru berada di Kota Mojokerto pada tahun 1909 berdasarkan besluit atau sejenis surat keterangan mutasi dari R. Soekeni, ayah Soekarno. 

Merujuk dokumen yang sama, R. Soekeni yang merupakan tenaga pendidik ditugaskan di Eerste Klasse Inlandsche School atau Sekolah Ongko Siji yang kemudian menjadi sekolah Soekarno. Sedangkan pada tugu tertulis Bung Karno mengenyam pendidikan di Tweede Inlandsche School atau Sekolah Ongko Loro yang kini menjadi SDN Purwotengah. (ram/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#dprd kota mojokerto #bung karno #proyek mangkrak #Soekarno Kecil #jejak soekarno #Galeri Soekarno #Tugu Soekarno #SDN Purwotengah Kota Mojokerto