Trans Jatim Mojokerto-Batu Enggan Mengaspal
KABUPATEN – Angkutan umum trans Jatim rute Mojokerto-Batu terancam mati karena sepi penumpang. Bahkan, feeder yang dioperasikan PO Bagong tersebut belum berani mengaspal meski jalur Pacet-Cangar sudah dibuka normal pasca insiden longsor.
Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid mengatakan, angkutan non-ekonomi itu belum dioperasikan lagi. Sejauh ini layanan transpotasi umum rute Terminal Kertajaya, Mojokerto-Terminal Batu bertarif Rp 40 ribu tersebut masih libur. ”Masih menunggu keputusan pimpinan (untuk pengoperasian kembali),” ujarnya, kemarin (13/6).
Menurutnya, PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong) selaku operator angkutan juga akan melakukan survei terlebih dahulu sebelum armada kembali mengaspal. Selain soal keamanan jalur, juga untuk mengukur tingkat animo masyarakat. Sebab, setelah libur karena longsor April lalu, angkutan sempat beroperasi selama sepekan pada pertengahan Mei lalu. Namun, sepinya penumpang membuat armada kembali dimasukkan garasi.
”Jadi setelah longsor itu sempat beroperasi satu minggu, tapi libur lagi karena sepi. Jadi PO Bagong mau survei dulu bagaimana nanti animonya,” tuturnya. Koordinator Terminal Kertajaya itu tak menjamin angkutan Mojokerto-Batu akan langsung melayani secara penuh meski diputuskan kembali mengaspal setelah jalur Pacet-Cangar resmi dibuka 24 jam mulai kemarin. ”Sifatnya nanti mungkin uji coba dulu,” imbuh dia. Di sisi lain, minibus yang dioperasikan belakangan juga berkurang.
Yazid menyebutkan, angkutan non-ekonomi tersebut saat ini hanya disokong empat armada. Jumlah ini merosot dibanding ketika trayek tersebut baru diluncurkan awal tahun lalu, yakni 6 armada minibus. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi