Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Besluit Ayah Soekarno ke Mojokerto Jadi Arsip Tertua, Pemerhati Sejarah Beber Bukti Jejak Bung Karno di Mojokerto

Fendy Hermansyah • Jumat, 13 Juni 2025 | 16:10 WIB
Binhad Nurrohmat dari Titik Nol Soekarno menunjukkan arsip Soekarno tahun 1943 yang tertulis mula-mula sekolah di Ploso Djombang
Binhad Nurrohmat dari Titik Nol Soekarno menunjukkan arsip Soekarno tahun 1943 yang tertulis mula-mula sekolah di Ploso Djombang

KOTA - Kritikan terhadap penulisan sejarah Soekarno di Kota Mojokerto bukannya tanpa dasar. Pegiat sejarah menunjukkan bukti arsip otentik berupa besluit atau SK kepegawaian ayah Soekarno, Raden Soekeni pindah bertugas di sekolah Mojokerto hingga buku induk Institut Teknologi Bandung (ITB) di mana Bung Karno berkuliah.

 

Binhad Nurrohmat, inisiator Titik Nol Soekarno menjelaskan, besluit Soekeni menunjukkan periode kehidupan Soekarno ketika kecil. Soekeni dipindah tugaskan dari sekolah di Ploso, Jombang ke Sidoarjo. Kemudian, dipindahtugaskan lagi ke Mojokerto. ’’Setelah dari Mojokerto, Soekeni dimutasi ke Blitar,’’ jelas dia.

Pihaknya merinci, kepindahan tugas dari Ploso, Jombang ke Sidoarjo ditunjukkan besluit bertanggal 25 November 1907. Kemudian besluit bertanggal 22 Januari 1909 berupa mutasi dari Sidoarjo ke Mojokerto. Sedangkan, besluit bertanggal 15 Juli 1917, Soekeni dimutasi dari Mojokerto ke Blitar. ’’Jadi besluit ini menjadi bukti tertua yang menunjukkan kepindahan Soekeni dan keluarga dari Ploso Jombang, Sidoarjo, lalu ke Mojokerto,’’ rinci pemerhati sejarah asal Jombang ini.

 

Ditambahkannya, arsip besluit itu diketahuinya dari buku sejarah berjudul Ida Ayu Nyoman Rai, Ibu Bangsa. Buku yang ditulis peneliti Dr Nurinwa Ki S. Hendrowinoto dan sejumlah profesor. ’’Di buku itu kopian besluit dicantumkan. Kami juga sudah konfirmasi ke penulis, besluit yang asli kemungkinan masih di Indonesia. Karena berdasarkan keterangan keluarga Soekarno di Blitar, seluruh arsip terkait Soekarno telah dibawa ke pusat (Jakarta),’’ tambah pria yang juga sastrawan ini.

Pada besluit mutasi Soekeni dari Sidoarjo ke Mojokerto, kata Binhad, juga memuat lokasi sekolah tujuan. Yakni, sekolah dasar negeri terbuka kelas 1 alias Sekolah Ongko Siji di Mojokerto. Sekolah tersebut kemudian menjadi lembaga di mana Bung Karno kecil bersekolah. ’’Akan tetapi di Kota Mojokerto, sekolah Bung Karno malah disebutkan Sekolah Ongko Loro di SDN Purwotengah,’’ urainya.

 

Terkait tanggal lahir Soekarno yang ditulis 6 Juni 1901 pada tugu peringatan dan buku Soekarno di Mojokerto, pihaknya menyebutkan sumber tertua yang bertolak belakang dengan keterangan tersebut. Yakni, arsip dari Buku Induk Institut Teknologi Bandung terbitan 1921. Di situ, terpampang jelas Soekarno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1902. ’’Bukti dari buku induk ITB itu menjadi bukti tertua yang menerangkan tanggal kelahiran Bung Karno,’’ tandasnya.

Binhad menegaskan, kritik yang disampaikan terhadap penulisan sejarah Soekarno di Kota Mojokerto bukan upaya menyalahkan, melainkan menyayangkan adanya kekeliruan penulisan sejarah tokoh bangsa. Padahal, terdapat sumber sejarah berupa arsip maupun dokumen yang lebih tua. ’’Kami tidak menyalahkan hanya menyayangkan adanya kekeliruan penulisan sejarah Soekarno di Kota Mojokerto,’’ tegasnya.

 

Oleh karena itu, tandas Binhad, misi Titik Nol Soekarno yang dirinya inisiasi memang ingin meluruskan riwayat Soekarno melalui dasar dokumen dan bahan-bahan lain yang relevan. ’’Bukan hanya di Ploso, tetapi juga jejak-jejak Bung Karno di tempat lain, seperti di Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, Bandung, Kediri, Jakarta dan tempat lainnya,’’ tandas Binhad. (fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#sejarah soekarno #bung karno #penulisan sejarah #soekarno cilik #Sejarah Bung Karno #Kota Mojokerto #soekarno