- Landmark Kota Tak Terurus
KOTA – Trotoar Jalan Empunala di sudut simpang empat Sekarputih, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, dibiarkan jebol sejak tahun lalu. Kerusakan fasilitas umum (fasum) tersebut bikin miris karena berada di area strategis.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi kemarin (12/6), titik trotoar yang rusak berada tepat di bawah Tugu Selamat Datang Kota Mojokerto. Kondisi keramik trotoar amblas sepajang kurang lebih dua meter. Area kerusakan tak diberi tanda apa pun sehingga membayakan pedesterian. ”Pejalan kaki bisa terperosok,” kata Laksono, salah satu pengguna jalan.
Selain jebol, sejumlah keramik trotoar juga mengalami pecah. Laksono menyayangkan kerusakan yang tidak segera diperbaiki. Mengingat lokasinya berada di samping kantor Kecamatan Magersari. Landmark dengan bangunan utama berupa replika kapal Majapahit ini juga berjarak hanya 100 meter dari kantor Dinas PUPR Kota Mojokerto.
”Kesannya jadi buruk kalau dibiarkan rusak begini, soalnya ini kan pintu masuk ke Kota Mojokerto ya, khususnya yang dari arah Surabaya,” sesal dia. Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, trotoar setidaknya sudah amblas sejak Desember 2024. Enam bulan berlalu, sekarang titik kerusakan semakin melebar.
Bagus, pengguna jalan lain, menilai trotoar mengalami amblas karena kualitas bangunan yang buruk. Menurutnya, fasum untuk pejalan kaki tersebut seharusnya bertahan lama jika dikerjakan dengan baik. ”Karena namanya trotoar tidak mungkin dilewati kendaraan, jadi mungkin kualitas yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur kurang memadai,” lontarnya.
Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji menyatakan, kerusakan trotoar akan segera ditindaklanjuti. Dia mengaku telah memerintahkan bidang bina marga untuk melakukan perbaikan. ”Sudah saya tugasnya kabid bina marga untuk melakukan perbaikan,” ucapnya.
Diketahui, pembangunan trotoar merupakan bagian dari proyek prestisius peningkatan Jalan Empunala pada 2022 silam. Pekerjaan tersebut menelan biaya fantastis Rp 101 miliar yang berasal dari dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Setahun berikutnya, pemkot mengucurkan dana Rp 2,5 miliar dari APBD untuk menggarap lanskap di sudut simpang empat Sekarputih tersebut. Proyek lanjutan ini di antaranya mencakup pemasangan lantai, bangku taman, ornamen onde-onde, hingga tiang bollard. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi