KOTA - Belum juga difungsikan, gedung Bale Wilwatikta di area kolam retensi yang dibangun Pemkot Mojokerto dengan anggaran Rp 4,4 miliar sudah rusak. Sejumlah lantai paving bangunan bakal food court yang bersebelahan dengan TPS 3R itu berlubang.
Pantauan di lokasi kemarin (11/6), kerusakan berada di bangunan sisi selatan. Letaknya berhadapan dengan kolam retensi yang dikunjungi banyak pemancing ikan. Terdapat tiga titik lantai yang berlubang karena pavingnya hilang. ’’Kayaknya baru semingguan ini hilang,’’ kata Kurniawan, salah seorang pengunjung.
Tak diketahui pasti ke mana hilangnya sejumlah blok paving di gedung yang berada di Jalan Randu Gede, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, tersebut. Yang pasti, pelataran itu seharusnya dipasang paving secara merata sebagaimana di sekitarnya. ’’Kalau dibiarkan berlubang buat tanaman, kok ya tidak ada tanamannya,’’ ungkapnya bertanya-tanya.
Sementara itu, kerusakan pada fondasi bangunan yang sebelumnya diulas Jawa Pos Radar Mojokerto tampak telah diperbaiki. Retakan lantai ditambal dan keramik yang pecah diganti. ’’Sudah beberapa hari lalu ada pekerja yang pasang,’’ imbuhnya.
Di sisi lain, pengunjung juga menyayangkan konsep bangunan yang rencananya akan dipakai sebagai food court alias pujasera yang menawarkan panorama kolam retensi. Sebab, gedung ini bersebelahan dengan TPS 3R Muria Berseri yang setiap hari mengolah sampah. ’’Aromanya kan pasti tidak sedap. Apa nanti tidak pengaruh kalau di sini jualan makanan?’’ tanya Edi, warga lainnya.
Sebelumnya, Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji mengatakan Bale Wilwatikta akan dijadikan food court. Area tempat makan yang nantinya dikelola Diskopukperindag itu belum dibuka karena masih dalam tahap penyiapan. ’’Untuk kesiapan operasional, Diskopukmperindag bersama PUPR akan mendata ulang fasilitas apa saja yang harus dilengkapi,’’ tuturnya bulan lalu.
Untuk diketahui, proyek Bale Wilwatikta dikerjakan CV Tiga Bersaudara dengan nilai kontrak Rp 4,4 miliar pada Mei 2024. Biaya pembangunan fasilitas umum di kolam retensi itu bersumber dari APBD Kota Mojokerto. Sementara itu, kolam retensi yang kini jadi spot mancing sudah lebih dulu dibangun pada 2023 dengan anggaran Rp 5,1 miliar. Waduk tersebut sedianya dibuat untuk mengendalikan banjir. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi