Picu Banjir Luapan Kali Sadar di Gunung Gedangan
KOTA – Sejumlah pintu air Kali Sadar di Kota Mojokerto mengalami kerusakan sejak dua tahun terakhir. Akibatnya, permukiman warga tergenang banjir setiap kali debit air naik. Kondisi itu seperti yang terjadi di Lingkungan Gunung Anyar, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Senin (9/6).
Luapan sungai menggenangi dua gang di kampung sebelah timur jalan raya bypass tersebut. Banjir setinggi pergelangan kaki ini menghambat aktivitas warga. Riwayat, seorang warga setempat mengatakan, banjir dipicu pintu air yang tak berfungsi normal. Pintu yang berada di tanggul sungai itu tak bisa ditutup. ”Posisinya terbuka terus,” ucapnya.
Menurut dia, pintu tersebut berfungsi untuk mengalirkan air dari drainase jalan ke Kali Sadar. Saat arus sungai sedang tinggi, pintu akan ditutup agar air tak masuk ke permukiman. Dia menuturkan, sekurangnya terdapat empat pintu air yang mengalami kerusakan serupa. Letaknya di sepanjang jalan dari depan gang Gunung Anyar ke arah timur.
Sehingga kondisi tersebut menyebabkan kampungnya langganan banjir setiap debit sungai naik. Tak terkecuali pada Senin lalu ketika permukaan air hampir peres dengan jalan. ”Sudah ada dua tahun begini, tidak ada perbaikan,” keluhnya. Warga berharap agar pintu yang rusak segera diperbaiki, baik oleh BBWS Brantas selaku pengelola Kali Sadar maupun Pemkot Mojokerto.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, pintu air memang sudah tak berfungsi normal. Bagian bawahnya terbuka sehingga menyisakan celah yang dialiri air. Pemutar pintu pun sama sekali tak bisa digerakkan dan semua besinya berkarat. Riwayat mengungkapkan, posisi berdiri pintu air saat ini sudah tak presisi karena terdorong fondasi tanggul. ”Jadinya sudah tidak bisa digerakkan sama sekali,” tandas dia.
Sementara itu, Lurah Gunung Gedangan Andika Dewantara menegaskan, banjir yang terjadi kemarin lusa hanya berlangsung setengah hari. Genangan air surut sejak siang seiring turunnya debit sungai. Namun, dia mengakui jika rusaknya pintu air jadi penyebab banjir. ”Memang pintu airnya agak seret jadi air sempat masuk ke jalan, tapi tidak sampai masuk ke rumah,” jelasnya.
Andika menambahkan, rusaknya pintu air telah dilaporkan ke dinas terkait. Dalam hal ini, kelurahan melapor ke Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto. ”Sudah direspons sama PU kota dan akan ditindaklanjuti,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi