Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Warga Dawarblandong Mojokerto Waswas jika Turun Hujan Deras

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 11 Juni 2025 | 15:35 WIB
LANGGANAN TERENDAM: Kondisi permukiman sekitar Jembatan Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, setelah banjir surut, kemarin (10/6). 
LANGGANAN TERENDAM: Kondisi permukiman sekitar Jembatan Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, setelah banjir surut, kemarin (10/6). 

 Korban Tersengat Listrik Pulih

DAWARBLANDONG - Banjir luapan Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong surut total sejak kemarin (10/6) pagi. Meski demikian, warga masih waswas banjir susulan mengingat curah hujan yang tak menentu.

Kepala Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Wahyudi mengatakan, banjir susut sejak subuh. Banjir ketiga sejak enam bulan terakhir itu telah merendam 42 rumah warganya yang berdiri di sekitar Jembatan Dusun Klanting pada Senin (9/6). ’’Warga sudah bisa aktivitas lagi,’’ ujarnya, kemarin sore.

Banjir mereda seiring turunnya debit Kali Lamong dari arah Lamongan. Menurut Wahyudi, salah satu warga yang sempat tersengat listrik saat banjir juga sudah pulang dari puskesmas. Peristiwa itu dialami Niken, 15, ketika memindahkan kulkasnya yang terendam air. ’’Kondisi sudah membaik dan bisa beraktivitas sama teman-temannya,’’ imbuh dia.

Sejak Senin malam, Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto mendirikan dapur umum di Dusun Klanting. Mereka membagikan seribu nasi bungkus untuk empat desa yang terdampak banjir. Sampai kemarin siang, mereka masih mamasok kebutuhan makan para korban banjir.

BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat luapan Kali Lamong kali ini membanjiri 295 rumah di Desa Simongagrok, Talunblandong, Pulorejo, dan Banyulegi. Catatan Jawa Pos Radar Mojokerto, imbas banjir setelah hujan seharian itu lebih parah dibanding banjir pertama tahun ini pada 24 Februari lalu. Saat itu, 215 rumah warga di tiga desa terendam.

Kini, warga mengaku khawatir dengan banjir susulan. Mereka harap-harap cemas jika luapan anak Sungai Bengawan Solo itu kembali masuk permukiman. ’’Waswas tetap ada, apalagi sekarang masih sering hujan deras,’’ ujar Siti, salah satu warga yang rumahnya terendam banjir seraya berharap ada solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi banjir langganan kali Lamong.

Sebelumnya, DPUPR Kabupaten Mojokerto menilai penanganan luapan sungai milik BBWS Bengawan Solo itu perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Wujudnya dapat berupa normalisasi dan pembangunan tanggul. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#was was #dawarblandong mojokerto #hujan deras #Kali Lamong meluap