Sebanyak 29 Penghulu Diminta Efektif Atur Jadwal
KABUPATEN – Puluhan penghulu di Kabupaten Mojokerto kembali di hadapkan dengan padatnya pernikahan. Khususnya di bulan Juni atau bulan Dzulhijah dalam kalender Islam yang dianggap sebagai waktu ideal untuk melangsungkan pernikahan. Bahkan, jumlah calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan perkawinan diprediksi mencapai ribuan. Hal ini berdasarkan jumlah pengajuan permohonan yang masuk di 18 KUA (kantor urusan agama).
Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali mengatakan, angka pernikahan selalu meningkat saat memasuki bulan Dzulhijah. Fenomena ini sama seperti di bulan Syawal yang dianggap sebagai waktu tepat untuk mengucap janji agung sesuai tradisi masyarakat Jawa. ’’Jika mengaca dari tahun sebelumnya, jumlahnya sudah mencapai ribuan,’’ terangnya, kemarin.
Dari catatannya, peristiwa perkawinan di bulan yang sama tahun 2024 lalu mencapai 1.576 pasang. Lima kecamatan mencatatkan angka pernikahan hingga ratusan, yakni Ngoro, Pungging, Kutorejo, Puri, dan Jetis. Dengan catatan itu, Mukti mengimbau kepada 29 penghulu agar bisa mengatur jadwal seefektif mungkin.
Bahkan, dia tak memungkiri satu penghulu bisa melayani 10 pernikahan dalam sehari. ’’Jarak tempuh menjadi tolak ukur untuk mengatur jadwal agar semua pernikahan bisa terlayani,’’ tandasnya. Sebelumnya, ribuan catin juga wajib mengikuti bimbingan perkawinan (bimwin) di hadapan penyuluh. Materinya meliputi pengetahuan membina keluarga sakinah, persiapan generasi berkualitas, serta tata kelola keuangan keluarga. Bimbingan ini untuk meminimalisir tingginya angka perceraian. ’’Bimwin wajib dijalani setiap catin untuk bekal membina rumah tangga yang langgeng, sakinah, mawaddah, warahmah,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi