Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Luapan Kali Lamong di Mojokerto Banjiri 295 Rumah

Martda Vadetya • Selasa, 10 Juni 2025 | 16:15 WIB

 

TERENDAM: Aktivitas warga Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, di tengah banjir, kemarin (9/6).
TERENDAM: Aktivitas warga Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, di tengah banjir, kemarin (9/6).

 KABUPATEN - Luapan Sungai Lamong kembali membanjiri wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Senin (9/6). Tak hanya itu, seorang warga juga tersengat listrik saat banjir menerjang. Sementara itu, banjir juga kembali menerjang wilayah Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Senin (9/6) dini hari.

Insiden nahas itu dialami Niken, 15, warga Dusun Klanting, Desa Pulorejo. Siswi kelas 1 SMA itu tersetrum saat berusaha memindahkan kulkas di ruang tamu rumahnya yang terendam banjir. ’’Narik kabel kulkas tapi listrik tidak dimatikan,’’ kata Siswoyo, sukarelawan di lokasi.

Usai kejadian, korban dibawa ke UGD Puskesmas Dawarblandong. Arief Yulianto, sukarelawan lainnya menambahkan, sengatan listrik tak berdampak parah terhadap tubuh korban. Bahkan, dia masih sadar saat dievakuasi. ’’Hanya lemas,’’ tuturnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, luapan Kali Lamong menggenangi 295 rumah di 4 desa mulai pukul 02.30. Jumlah itu terdiri dari 66 rumah di Dusun Sepat dan 55 Rumah di Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong. Lalu, 42 rumah di Dusun Klanting, 38 rumah di Dusun Beru, dan 20 Rumah di Dusun Pulo, Desa Pulorejo. Juga, 50 rumah di Dusun Ngarus, Desa Banyulegi, dan 17 rumah di Dusun Geneng, Desa Sumberwuluh. Serta, 7 rumah di Dusun Ngagrok, Desa Simongagrok. ’’Di Dusun Klanting sebanyak 8 KK (kepala keluarga) dengan 32 jiwa mengungsi di rumah tetangga yang tidak terdampak banjir,’’ jelasnya.

Hingga kemarin sore, Khakim menyebut, tren air turun dan banjir menggenangi jalan dan beberapa rumah warga. Banjir luapan Kali Lamong yang ketiga sepanjang 2025 itu lebih parah dibanding 24 Februari lalu.

Saat itu, sesuai data BPBD Kabupaten Mojokerto, banjir menerjang 215 rumah warga di tiga desa. Rinciannya 80 rumah di Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong: 42 rumah di Dusun Klanting dan 58 rumah di Dusun Beru, Desa Pulorejo; serta 35 rumah di Dusun Ngarus, Desa Banyulegi.

Sepekan setelahnya, anak Sungai Bengawan Solo itu kembali muncul dan memicu banjir pada hari pertama puasa, 1 Maret. Kali ini yang terendam sebanyak 97 rumah di Dusun Klanting, Talunbrak, Sepat, dan Ngarus.

Sumbatan Picu Banjir di Gayaman

Sementara itu, banjir luapan kembali menerjang wilayah Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Senin (9/6) dini hari. Puluhan rumah warga di dua dusun tergenang banjir. Sumbatan dan pendangkalan di saluran sungai dan tingginya curah hujan menjadi faktor pemicu banjir tahunan ini.

Kepala Dusun/Desa Gayaman Suwarto menerangkan, wilayah yang terdampak banjir meliputi Dusun Tambakrejo dan Dusun Gayaman. Masing-masing 4 RT di Dusun Tambakrejo dan 8 RT di Dusun Gayaman. Banjir mulai meluber ke jalan desa pukul 04.00. Ketinggian air di jalan sekitar 40 cm dan di dalam rumah warga setinggi mata kaki orang dewasa. ’’Kalau di Dusun Gayaman ada sekitar 30 rumah yang terendam banjir. Air mulai surut pukul 10.00,’’ terangnya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati menyebut, banjir di Desa Gayaman berangsur surut sekitar pukul 11.00. Menurutnya, sekitar 6 rumah warga terdampak banjir di Dusun Tambakrejo. ’’Ketika kita datang di lokasi, hanya sekitar 6 rumah yang terendam banjir. Banjir di jalan tingginya 60-80 cm kalau di rumah sekitar 20 cm,’’ ujarnya, terpisah.

Pihaknya menilik langsung ke lokasi bersama Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Octavian. Yo’ie menyebut, tingginya intensitas hujan berikut adanya pendangkalan dan penyempitan saluran sungai jadi pemicu banjir di Desa Gayaman. ’’Dari pantauan BMKG Juanda, curah hujan tinggi ini terjadi sejak pukul 23.30 (Minggu, 8/6),’’ ungkap Yo’ie. Pemkab Mojokerto tidak mendirikan pengungsian maupun dapur umum di Desa Gayaman. Lantaran banjir surut signifikan pada Senin (9/6). ’’Tidak ada yang mengungsi juga karena warga sudah antisipasi dengan meninggikan rumahnya,’’ tandas kalaksa.

Peristiwa serupa sebelumnya terjadi pada 4 Desember 2024 lalu. Puluhan rumah di Dusun Tambakrejo, Desa Gayaman, terendam banjir. Selain tingginya intensitas hujan, adanya sumbatan di sekitar jembatan desa memicu terjadinya banjir luapan di aliran anak Sungai Sadar.

(adi/vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#klanting #bpbd kabupaten mojokerto #dawarblandong mojokerto #Kali Lamong meluap #pulorejo