KOTA - Selain pasar rakyat, pemanfaatan proyek infrastruktur berupa bangunan kios di area Pasar Hewan Sekarputih, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto juga belum berjalan optimal. Sejumlah tempat perdagangan terlihat masih kosong lantaran ditinggal pedagang.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, setidaknya terdapat 46 kios yang dibangun Pemkot Mojokerto secara bertahap pada 2022 dan 2023. Namun, fasilitas perdagangan yang semula digunakan untuk merelokasi pedagang di sekitar Pasar Hewan Sekarputih ini kondisinya kini sepi.
Hanya beberapa pedagang saja yang terlihat masih aktif berjualan pada proyek infrastruktur yang direalisasikan bersama revitalisasi pasar hewan dengan anggaran berkisar Rp 4,3 miliar ini. Sedangkan banyak kios lainnya yang tampak sudah tidak beroperasi lagi. ’’Pernah buka, tapi sekarang sudah tutup,’’ ulas Bambang, warga Kelurahan Kedundung.
Beberapa kios sempat diisi oleh beberapa pedagang yang sebelumnya merupakan pemilik warung atau penjual lapak di pinggir jalan. Namun, dia mengaku tidak mengetahui alasan kios-kios tersebut tidak aktif lagi. ’’Karena warung yang lama sudah dibongkar, terus pindah di sini (kios Pasar Hewan Sekarputih, red),’’ imbuhnya.
Diskopukmperindag Kota Mojokerto belum memberikan tanggapan terkait kondisi kios yang berderet mengelilingi Pasar Hewan Sekarputih dan Rumah Potong Hewan (RPH) ini. Kabid Perdagangan M. Fauzan Suryahadi belum memberikan respons saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya.
Sebelumnya, belum optimalnya pemanfaatan aset milik pemerintah daerah ini sebelumnya telah menjadi atensi DPRD Kota Mojokerto. Kalangan dewan mendorong agar eksekutif untuk menghidupkan proyek-proyek infrastruktur, terutama pasar rakyat dan sektor perdagangan lainnya.
Jika terus dibiarkan, bangunan akan menjadi aset yang terbengkalai. Bahkan, juga berdampak pada hilangnya potensi pendapatan asli daerah (PAD). ’’Kondisinya kan memang begitu (mangkrak). Sehingga kami mendorong agar segera dilakukan penanganan yang lebih optimal terhadap aset-aset tersebut,’’ ungkap Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi