Pujasera Bale Wilwatikta Kota Mojokerto Tak Terawat
KOTA - Pujasera Bale Wilwatikta di area kolam retensi yang baru dibangun Pemkot Mojokerto tahun lalu sudah mengalami kerusakan. Padahal, proyek pembangunan yang menelan biaya Rp 4,4 miliar itu belum difungsikan.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin (4/6), kerusakan terdapat pada bangunan sebelah selatan yang menghadap ke kolam retensi. Bagian dinding fondasinya mengalami retak sepanjang kurang lebih 2,5 meter. Pun dengan keramik yang pecah serta terlepas dari fondasi. ’’Mungkin karena retak jadi keramiknya terangkat, jadinya copot,’’ kata Amirul, seorang warga di lokasi.
Adapun kondisi bagian bangunan lainnya tak terpantau. Sebab, kompleks tersebut ditutup rapat. Bahkan, akses masuknya dipalang dengan seng. Celah yang tersedia di dekat saluran air menjadi akses warga ke kolam retensi.
Proyek Bale Wilwatikta dikerjakan CV Tiga Bersaudara dengan nilai kontrak Rp 4,4 miliar pada Mei 2024. Biaya pembangunan fasilitas umum di kolam retensi itu bersumber dari APBD Kota Mojokerto.
Sementara itu, kolam retensi yang kini jadi spot mancing sudah lebih dulu dibangun pada 2023 dengan menguras anggaran Rp 5,1 miliar. Waduk di Jalan Muria Raya, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, ini sedianya dibuat untuk mengendalikan banjir.
Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji mengatakan gedung Bale Wilwatikta rencananya digunakan sebagai food court. Tempat makan ini nantinya dikelola pihak diskopukperindag. Dia mengakui sejauh ini pujasera belum dibuka karena fasilitasnya masih dilengkapi. ’’Untuk kesiapan operasional, diskopukmperindag bersama PUPR akan mendata ulang fasilitas apa saya yang harus dilengkapi,’’ tuturnya pada pertengahan Mei lalu. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi