KOTA - Perbaikan Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto, yang mengalami amblas dijatah Rp 80 juta. Pekerjaan tersebut antara lain berupa penggantian 10 stringer baja pada struktur rangka jembatan yang sudah mengalami aus.
Besaran anggaran itu tertuang dalam paket pengadaan langsung yang dibuat Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto di LPSE tertanggal 27 Mei. Nilai pagu pekerjaan konstruksi berupa pemeliharaan jembatan itu sebesar Rp 80 juta yang bersumber dari anggaran rutin pemeliharaan jembatan di APBD 2025.
’’Pekerjaan paling lambat harus sudah dimulai pada awal bulan Juni 2025 ini,’’ kata Kepala Dinas PUPR Perakim Muraji merujuk hasil rapat koordinasi forum lalu lintas terkait perbaikan Jembatan Gajah Mada. Rapat tersebut digelar pada 27 Mei dengan melibatkan dinas perhubungan, polisi, dan perusahaan angkutan barang.
Dalam uraian pekerjaannya, perbaikan jembatan bakal dilakukan dengan memasang 10 stringer baja perkuatan. Besi stringer umumnya merupakan rangka utama pada permukaan jembatan untuk dilintasi kendaraan.
Muraji menyatakan, struktur penyangga jembatan yang melintasi Sungai Brantas itu sudah mengalami aus. Akibatnya aspal jalan bergelombang dan kembali rusak meski ditambal sulam berkali-kali. ’’Karena itu untuk sementara dilakukan pembatasan kendaraan yang boleh melintas di Jembatan Gajah Mada maksimal roda empat,’’ imbuhnya.
Pekerjaan perbaikan struktur jembatan akan berlangsung 14 hari. Selama proyek ini, truk roda enam ke atas dialihkan dan akses dibuka tutup. Namun, jembatan bakal ditutup total selama dua hari saat pekerjaan mencapai proses inti. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi