KABUPATEN - 1.039 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto terus mempersiapkan fisik dan mentalnya jelang puncak haji, 6 Juni mendatang. Tidak hanya sekadar istirahat di hotel, ribuan CJH juga mulai diperiksa kesehatannya oleh petugas kesehatan kloter.
Khususnya bagi CJH lansia perlu perhatian ekstra mengingat kondisi kesehatannya yang labil. Sebab, cuaca panas ekstrem menghantui seluruh CJH setiap harinya. Apalagi, saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), 6 Mei nanti. Bahaya serangan panas atau heat stroke mengintai jemaah jika tidak diantisipasi sejak awal.
’’Memang cuaca bisa menjadi penghambat, namun Insya Allah seluruh jemaah sudah ditangani petugas medis setiap hari. Untungnya jemaah sudah beradaptasi dengan cuaca sejak pertama kali datang di Madinah,’’ ujar Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin kemarin.
Sesuai jadwal, wukuf, mabit dan lempar jumroh di Armuzna diperkirakan 5 dan 6 Mei Waktu Arab Saudi (WAS). Namun sehari sebelumnya, 1.039 CJH yang terpisah di 10 kloter sudah diminta untuk berkemas dan menyiapkan fisiknya. Terutama saat lempar jumroh di Mina yang biasa crowded mulai dari Mina hingga Jamarat. ’’Kemungkinan puncak haji tanggal 6, namun masih dikoordinasikan dengan petugas di sana (Arab Saudi),’’ tegasnya.
Sesuai data Kemenag Kabupaten Mojokerto, 1.039 CJH saat ini dipastikan telah tiba di Makkah untuk persiapan menunaikan rukun dan wajib haji. Mereka terpisah menjadi 10 kelompok, mulai 3 CJH yang masuk di kloter 3, lalu 750 CJH tergabung di kloter utuh 12 dan 13, disusul 31 CJH di kloter 36, dan 98 CJH di kloter 47. Selanjutnya, 133 CJH tergabung di kloter 49. Sedangkan 18 CJH yang berangkat 25 dan 27 Mei, tergabung di kloter 85 dan 87.
Terakhir, 7 CJH cadangan yang ikut menyusul dan berangkat, Jumat (30/5) lalu. Ketujuh CJH tergabung di kloter 97 sebagai penerbangan terakhir embarkasi Surabaya (SUB), atau kloter sapu jagat. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi