KABUPATEN - Insiden tewasnya siswi SD tertabrak kereta api (KA) di perlintasan liar area underpass Benteng Pancasila, Kota Mojokerto, diatensi semua pihak. Pemkab Mojokerto juga ancang-ancang menutup total satu perlintasan liar yang berisiko tinggi terjadi kecelakaan.
Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto mencatat, sebanyak 10 perlintasan sebidang tersebar di wilayah kabupaten. Sejauh ini, enam perlintasan dibangun underpass dan tiga perlintasan dipasang palang pintu. Sementara satu perlintasan terkategori liar ada di Dusun Wonoayu, Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar.
Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono mengatakan, perlintasan liar ini sedianya telah ditutup pada 2023 karena tidak mengantongi izin pengelola perkeretaapian. Sementara ruas jalan yang ada juga terkategori ’’jalan tikus’’ yang menghubungkan perkampungan dengan persawahan. ’’Perlintasan liar itu statusnya sudah ditutup sejak 2023 lalu,’’ ungkapnya, kemarin.
Perlintasan di barat JPL 38 ini juga telah dipasangi tiang besi berikut sejumlah rambu dari dua arah. Namun celah antartiang dimanfaatkan pemotor untuk menyeberangi rel ganda. ’’Memang biasa dilewati warga yang mau ke sawah atau ngarit,’’ terangnya.
Pihaknya tak menampik jika perlintasan liar ini rawan kecelakaan. Apalagi, intensitas lalu lalang KA meningkat sejak diterapkan double track. Sejauh ini, kata Rachmat, petugas JPL 38 dikerahkan untuk memantau perlintasan yang telah ditutup itu secara berkala.
Tingginya risiko tersebut membuat DPRKP2 akan menutup total perlintasan liar hingga tak bisa dilintasi kendaraan. ’’Untuk keamanan, akan kita tutup total dalam waktu dekat ini. Kita koordinasikan dengan KAI Daop 8,’’ tandas Rachmat.
Terpisah, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menerangkan, pengamanan perlintasan liar di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, ini ada di tangan pemerintah daerah. Yakni, menyesuaikan kelas jalan yang melintangi rel kereta api. ’’Kalau (perlintasan liar) itu membahayakan perjalanan KA dan pengendara, kita akan koordinasikan dulu dengan dishub,’’ terangnya, terpisah.
Seperti diketahui, Syifa Adelia, 13, siswi kelas 6 SD Balongsari 3 tewas seketika akibat tertabrak KA Sancaka Yogyakarta-Surabaya, Selasa (27/5) siang. Saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang sekolah melewati perlintasan di atas underpass Benteng Pancasila, Kota Mojokerto. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi