Puluhan pedagang pentol di Kabupaten Mojokerto tersenyum semringah setelah menerima bantuan gerobak pentol, peralatan, dan modal usaha, kemarin (28/5).
Bantuan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Kemenag Kabupaten Mojokerto yang ditasyarufkan tersebut sedianya dimanfaatkan untuk berjualan bagi pedagang pentol keliling dengan menggunakan motor.
Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Mutakkin mengatakan, bantuan gerobak pentol dan bantuan permodalan bagi pedagang pentol ini adalah inovasi UPZ Baznas dalam mentasyarufkan zakat profesi aparatur sipil negara (ASN). Penyaluran ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan di tahun 2025.
’’Penyaluran pertama sudah diberikan kepada masyarakat sebanyak 25 rombong tahun lalu. Alhamdulillah, dari pemberian tersebut kami melibatkan masing-masing penyuluh di kecamatan untuk memonitoring dan evaluasi. Alhamdulillah, hasilnya terus berkembang,’’ katanya.
Dia optimistis penyaluran tahap kedua sebanyak 25 unit rombong, peralatan, dan modal usaha ini juga bisa membawa manfaat lebih besar dibanding penyaluran sebelumnya. Terlebih, nilai modal usaha yang diberikan mencapai Rp 300 ribu per pedagang.
Menurut Muttakin, penyaluran bantuan ini ibarat bukan saja sekadar memberikan sebauh kail, namun sekaligus melengkapi umpannya. ’’Saya berharap agar niatan baik dari Kemenag ini diterima dan jangan disia-siakan,’’ tandasnya.
Sementara itu, Ketua UPZ Kemenag Kabupaten Mojokerto Masruchan menambahkan, penyaluran ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan jiwa wirausaha bagi umat agar mampu meningkatkan perekonomian keluarga. ’’Kegiatan ini salah satu contoh nyata untuk menguatkan perekonomian masyarakat. Sebab, melalui bantuan tersebut masyarakat bisa mengembangkan kemampuan dirinya dalam menjalankan roda usaha secara mandiri,’’ paparnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi