KABUPATEN - BPBD Kabupaten Mojokerto akan menggelar pelatihan penyelamatan dan evakuasi korban bencana atau kecelakaan. Hal ini untuk menindaklanjuti aksi nekat seorang sukarelawan yang menceburkan diri ke Kali Porong untuk mengevakuasi mayat yang dinilai berisiko tinggi bagi keselamatannya sendiri.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo'ie Afrida Soesetyo Djati mengatakan, sosialisasi dan edukasi terkait standar operasional prosedur (SOP) penyelamatan dan evakuasi akan menjadi aspek utama yang ditekankan. Tak lain untuk meminimalisir risiko keselamatan bagi korban dan relawan sendiri.
”Termasuk pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) maupun aspek keselamatan relawan sendiri dalam proses rescue. Insya Allah kita laksanakan dalam waktu dekat ini,” ujarnya, kemarin (22/5).
Sosialisasi dan edukasi tersebut nantinya akan digelar bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto. Untuk seluruh kelompok relawan di Mojokerto baik yang tergabung dalam FPRB maupun tidak. Para relawan sedianya akan dilatih menghadapi berbagai situasi tindak penyelamatan berikut kesiapan alat pendukungnya.
Baik dalam penyelamatan di air (water rescue) hingga penyelamatan di gunung (mountain rescue). Tujuannya agar proses rescue dan evakuasi dilakukan optimal dengan minim risiko. ”Karena dalam hal tertentu, ada sertifikasi khusus dari Basarnas untuk relawan,” beber Yo'ie.
Pelatihan ini, lanjut dia, sekaligus mengantisipasi kembali terjadinya aksi sembrono relawan saat sedang melakukan penyelamatan maupun evakuasi. ”Jangan sampai evakuasi jenazah menjadi operasi penyelamatan relawan seperti yang terjadi kemarin,” tandasnya.
Seperti diketahui, seorang relawan nekat loncat dan menceburkan diri ke Kali Porong dari Jembatan Ngrame, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Selasa (20/5). Itu setelah warga digegernya adanya jenazah mengambang dan terbawa arus yang belakangan diketahui bernama Karmuji, 50, asal Desa Ngadi, Mojo, Kediri.
Keduanya lantas terseret derasnya sungai dan harus dievakuasi tim SAR gabungan di wilayah Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro. Untungnya relawan paro baya itu selamat dari petaka. Sedangkan Karmuji diketahui mengalami kecelakaan air di tempat asalnya dua hari sebelumnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi