Setelah Sebulan Lebih Ngandang, Imbas Longsor Jalur Pacet-Cangar
KABUPATEN - Angkutan umum Mojokerto-Batu mulai kembali beroperasi kemarin. Itu setelah feeder non-ekonomi ini terpaksa ngandang selama enam pekan imbas tragedi longsor jalur Pacet-Cangar awal April lalu.
’’Per hari ini (kemarin) feeder Mojokerto - Batu kembali beroperasi normal,’’ ujar Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid, kemarin. Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi BPBD Provinsi Jatim yang tertuang dalam surat nomor 360/1302/208.3/2025 tentang Tindak Lanjut Rencana Operasional Angkutan Mojokerto-Batu.
Yazid mengatakan, jalan alternatif Mojokerto-Batu kini dinilai aman dilalui angkutan umum. Terlebih sejumlah rambu dan guardrail di sekitar titik longsor telah terpasang, sambil menunggu lampu jalan atau PJU dipasang bertahap. Pihaknya mengaku, operasional armada AKDP milik PO. Bagong ini menyesuaikan pembatasan jalur yang hanya boleh dilewati pukul 05.00 hingga 18.00. ’’Saat cuaca ekstrem atau ada potensi bencana, operasional angkutan dihentikan sementara. Karena jalur Pacet-Cangar juga ditutup (sementara),’’ jelasnya.
Di samping itu, ada perubahan jam operasional angkutan. Yang sebelumnya terakhir mengangkut penumpang dari terminal pukul 16.30, kini paling lambat pukul 16.15. ’’Jadi kita hindari jalan malam hari. Karena memang jalurnya sementara ini ditutup pukul 18.00,’’ tandas Yazid.
Dia menambahkan, tidak ada perubahan tarif untuk angkutan Mojokerto-Batu. Penumpang rute penuh Terminal Kertajaya-Terminal Batu dipatok Rp 40 ribu. Sedangkan tujuan Pacet ongkosnya Rp 20 ribu.
Sebelumnya, operasional angkutan Mojokerto-Batu terpaksa dihentikan sementara sejak terjadi longsor di sekitar Wisata Air Terjun Watu Lumpang pada 3 April lalu. Sebanyak 10 orang penumpang mobil dan pikap yang tengah melintas tewas digulung longsor. Jalur Pacet-Cangar mulai dibuka terbatas pada 23 April setelah proyek rehabilitasi pascabencana digeber Pemkab Mojokerto dan Pemprov Jatim pada 7 April. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi