Cegah Banjir Luapan, Lakukan Pengerukan di Dua Desa
KEMLAGI - Aliran Sungai Marmoyo di Kecamatan Kemlagi tersumbat tumpukan sampah. Kondisi tersebut rawan memicu banjir saat curah hujan masih tinggi seperti saat ini. Pengerukan pun dilakukan Pemkab Mojokerto agar aliran sungai tak meluap.
Penanganan kondisi Sungai Marmoyo seperti yang dilakukan di Desa Mojowiryo. Gunungan batang bambu yang bercampur tanaman lainnya serta sisa rumah tangga telah menutup sungai. Kondisi tersebut menyebabkan aliran meluber ke badan jalan.
’’Malam hari saat hujan tersumbat, setelah itu paginya langsung kami bersihkan,’’ kata Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman, kemarin (13/5).
Rois menyatakan, pengerukan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir agar peningkatan debit air sungai tak meluap ke permukiman warga. Tumpukan sampah diangkat ke permukaan menggunakan alat berat ekskavator. ’’Belum sampai memicu banjir kami keruk supaya tidak sampai ke permukiman,’’ tandasnya.
Penanganan di aliran Sungai Marmoyo juga dilakukan di Desa Mojojajar. Rumpun bambu yang roboh setelah diterjang arus sempat menutup sungai. Kondisi itu menyebabkan sampah menumpuk hingga air menggerus bangunan rumah warga di tepian sungai. Satu penghuninya sempat terperosok ke sungai saat lantai dapurnya tiba-tiba ambrol karena tergerus aliran. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi