KOTA - Sejumlah besi teralis di kamar hunian warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto mengalami aus. Hal ini diketahui setelah petugas melakukan pengecekan kondisi bangunan, kemarin (6/5).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyelundupan barang terlarang ke penjara maupun upaya napi melarikan diri. Kegiatan pemeriksaan sebelumnya menjadi rutinitas yang digelar secara berkala.
Kalapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan mengakui kondisi tersebut. Dari hasil pengecekan tak ditemukan adanya kerusakan teralis yang membahayakan. Namun demikian, pihaknya menyebutkan, sejumlah besi terakhir ditemukan mengalami aus dan akan segera diganti. ’’Perbaikan akan dilakukan pada beberapa bagian yang mengalami keausan demi mencegah risiko pada masa mendatang,’’ ucapnya, kemarin.
Rudi menyatakan, pengecekan terhadap keamanan bangunan ini sebagai deteksi dini mencegah potensi pelanggaran. Antara lain yang paling diantisipasi adalah pelarian warga binaan serta penyelundupan barang terlarang. Pemeriksaan kondisi teralis pun dilakukan secara menyeluruh dari bagian pintu, jendela, hingga ventilasi pada kamar hunian.
Kondisi besi yang aus berisiko dimanfaatkan napi untuk kabur. Karena itu, perbaikan bakal segera dilakukan untuk mencegahnya. ’’Kami terus melakukan evaluasi dan pengecekan secara berkala terhadap sarana fisik, termasuk teralis, untuk memastikan tidak ada celah atau potensi gangguan,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi