Jalur Pacet-Cangar Pascalongsor
PACET - Jalan Raya Sumber Brantas di Desa/Kecamatan Pacet yang menghubungkan Mojokerto-Batu terus diperbaiki setelah mengalami longsor yang menelan 10 korban jiwa awal bulan lalu. Pembukaan jalur secara normal masih menunggu evaluasi setelah pemasangan guardrail alias besi pembatas jalan.
Meski sudah bisa dilewati, jalur Pacet-Cangar itu masih dibatasi saat malam hari. Masyarakat hanya boleh melintas mulai pukul 05.00 sampai 18.00. Penerapan sistem buka tutup diberlakukan seiring penanganan pascalongsor yang masih berlangsung.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah I UPT Pengelola Jalan dan Jembatan (PJJ) Mojokerto Dinas PU Bina Marga Jatim Tri Cahyo Utomo mengatakan pembangunan tembok penahan tanah di kedua sisi jalan yang curam sudah tuntas. Saat ini perbaikan jalur menyentuh pengecoran bahu jalan. ’’Setelah itu akan ada pengaspalan ulang,’’ ucapnya, kemarin (2/5).
Menurutnya, penanganan tak hanya dilakukan Bina Marga. Dinas Perhubungan Jatim juga akan menambah prasarana jalan berupa guardrail. Utomo menyatakan pengaspalan jalan dikerjakan setelah guardrail terpasang dan ditarget rampung pertengahan bulan ini.
Akhir bulan ini atau setidaknya Juni nanti seluruh pekerjaan diprediksi selesai. Dengan demikian jalan semestinya sudah bisa dibuka secara normal seperti sedia kala. ’’Harusnya (sudah bisa dibuka normal, 24 jam), tetapi ini nanti tetap dirapatkan bersama lagi, kurang tahu lagi kalau nanti dari forum ada tambahan lagi,’’ ucapnya.
Di sisi lain, kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan keselamatan pengguna jalan. Meski sudah memasuki musim pancaroba, saat ini wilayah Tahura Raden Soerjo itu masih sering diguyur hujan. ’’Kadang-kadang tiba-tiba hujan di area dekat longsoran situ,’’ tuturnya.
Sebelumnya, dua destinasi wisata di jalur Pact-Cangar baru saja dibuka lagi. Keduanya yakni Wisata Panorama Petung Sewu (WPPS) dan juga Air Terjun Watu Ondo. Objek wisata itu dikenal cukup favorit. Banyak yang berwisata saat hari libur.
Perlu diketahui, longsor besar yang terjadi pada 3 April lalu menewaskan 10 pengguna jalan. Mobil rombongan dua keluarga itu tergulung material batu, lumpur, dan pohon saat melintas dari arah Mojokerto. Longsor diduga terjadi akibat lereng tergerus luberan aliran saluran air di atasnya.
Berbagai penanganan sarana prasarana (sarpras) dilakukan dengan membangun TPT, pemasangan bambu terasering di lereng, perbaikan saluran air, penanaman pohon, hingga pemasangan alat peringatan dini longsor. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi