Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Liburan, Pemandian Sekarsari Sepi Melompong

Rizal Amrulloh • Jumat, 2 Mei 2025 | 16:10 WIB
LENGANG: Kunjungan di objek wisata Pemandian Sekarsari, Kota Mojokerto yang tampak sepi pada hari libur nasional, Kamis (1/5).
LENGANG: Kunjungan di objek wisata Pemandian Sekarsari, Kota Mojokerto yang tampak sepi pada hari libur nasional, Kamis (1/5).

Revitalisasi Telan Puluhan Miliar, Tak Banyak Dilirik Wisatawan

KOTA - Meski telah direvitalisasi dengan total anggaran puluhan miliar, Pemandian Sekarsari masih belum banyak dilirik wisatawan. Bahkan, destinasi wisata milik Pemkot Mojokerto ini masih relatif sepi pengunjung meski saat liburan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, Kamis (1/5) , destinasi wisata yang berada di Jalan Empunala, Kecamatan Magersari ini tampak lengang. Hanya terdapat segelintir pengunjung yang berada di wahana kolam renang anak-anak. ’’Sejak masuk sudah sepi seperti ini,’’ ujar salah satu pengunjung siang kemarin.

Demikian juga di kolam renang dewasa yang berada di sisi timur yang juga hanya dikunjungi sedikit wisatawan. Meskipun, kemarin merupakan momen hari libur nasional.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto mencatat, pada libur Hari Buruh Internasional kemarin memang tak banyak berdampak pada peningkatan wisatawan. Hingga sore kemarin, hanya terdapat sekitar 83 orang yang berkunjung di Pemandian Sekarsari. ’’Belum sampai ada lonjakan,’’ ungkap Staf Pengelola Wisata Pemandian Sekarsari Sri Budi Rahayu.

Kondisi hampir serupa juga sama seperti yang dialami saat libur panjang Lebaran dan cuti bersama beberapa waktu lalu. Jumlah kunjungan tak lebih banyak dari weekend yang rata-rata 100-an pengunjung saat Sabtu dan Minggu. ’’Tidak terlalu banyak peningkatannya,’’ imbuhnya.

Padahal, Pemandian Sekarsari digadang-gadang mampu menjadi salah satu objek wisata yang mendulang pendapatan asli daerah (PAD). Bahkan, tahun ini Pemkot Mojokerto mematok target sebesar Rp 1,5 miliar dari hasil retribusi di sektor pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga.

Sementara dalam triwulan pertama, Pemandian Sekarsari baru bisa menjaring 3.787 wisatawan. Masing-masing pada Januari dengan 2.086 pengunjung, Februari 1.447 pengunjung, dan Maret merosot dengan 254 pengunjung karena bersamaan dengan bulan Ramadan.

Dengan banderol tiket Rp 20 ribu per orang, kontribusi terhadap PAD masih jauh dari target yang diharapkan. Kendati demikian, Rahayu mengatakan terus berupaya untuk menarik kedatangan wisatawan. Di antaranya dengan menggandeng lembaga sekolah untuk giat les atau pelatihan praktik renang.

’’Karena rombongan, sekali kunjungan bisa sampai puluhan anak, sehingga bisa mendongkrak kunjungan,’’ jelas pejabat Ahli Muda Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Mojokerto ini.

Di samping itu, upaya lainnya juga dilakukan dengan mengadakan event lomba berenang. Mengingat, Pemandian Sekarsari memiliki kolam yang berstandar untuk ajang perlombaan.

Untuk diketahui, Pemandian Sekarsari telah dioperasionalkan sejak November 2023 lalu. Sebelumnya, objek wisata ini direvitalisasi dengan kucuran dana Rp 9,6 miliar pada 2020. Kemudian pada 2021 kembali disentuh pekerjaan lanjutan dengan alokasi anggaran Rp 8,6 miliar. (ram/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#sepi pengunjung #pemandian sekarsari #Kota Mojokerto #sepi