SEMENTARA itu, kurang sepekan jelang keberangkatan, ratusan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto diminta untuk tidak memforsir fisik dan tenaga mereka dengan aktivitas tinggi. Mereka dianjurkan fokus pada kesiapan mental dan fisik sehingga saat menjalankan ibadah rukun Islam kelima di Tanah Suci nanti tetap fit dan prima.
Khususnya bagi CJH lansia yang akan ditantang dengan cuaca panas ekstrem sejak pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi, 6 Mei nanti. Suhu antara 43 hingga 47 derajat selsius saat siang hari bakal dirasakan CJH selama di tanah suci. Hal ini yang berpotensi menimbulkan risiko dehidrasi, heatstroke, hingga kelelahan, sehingga perlu diantisipasi setiap jemaah sejak dini.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad mengaku sudah menginstruksikan kepada CJH untuk mengurangi aktivitas berat sejak manasik haji digelar 10 April lalu. ’’Kami sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk mensosialisasikan gaya hidup sehat dan olahraga rutin kepada jemaah selama persiapan keberangkatan,’’ ungkapnya.
Selain itu, CJH juga dianjurkan rutin berolahraga ringan selama masa persiapan sebulan terakhir. Anjuran ini agar tubuh mereka terbiasa dengan rutinitas ibadah yang banyak memforsir energi dan fisik. Khususnya, saat puncak haji yang berjalan maraton tanpa henti mulai dari wukuf, mabit, dan lempar jumrah yang dipusatkan di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Serta, dipungkasi dengan sai dan tawaf di Masjidilharam Makkah.
’’Seperti kita ketahui, haji ini adalah ibadah yang hampir semuanya mengandalkan fisik. Semoga jemaah Kabupaten Mojokerto bisa melaksanakan seluruh rukun haji dengan sempurna dan pulang menjadi haji mabrur,’’ tandasnya.
Keberangkatan 992 CJH mulai 5 Mei nanti dipastikan tidak utuh atau terpencar di lima kelompok terbang (kloter) dengan empat jadwal penerbangan berbeda. Mulai dari kloter 12 dan 13 yang masing-masing diisi utuh 376 CJH Kabupaten Mojokerto. Mereka akan diberangkatkan dari Pendapa Graha Majatama Pemkab, 5 Mei. Lalu 52 CJH dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Latif yang tergabung di kloter 47 bersama Kota Mojokerto dan Blitar yang akan diberangkatkan 14 Mei.
Sebanyak 98 CJH dari KBIH Armina juga dipencar ke kloter 49 bersama CJH asal Situbondo, Bangkalan, Banyuwangi, dan Pamekasan yang dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya, 15 Mei. Berikutnya, kloter 55 diisi 55 CJH dari KBIH As Syarif yang tergabung dengan CJH asal Ngawi dan Pacitan dengan keberangkatan ke Tanah Suci mulai tanggal 17 Mei. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi