Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pengerjaan Infrastruktur di Tempuran Mojokerto Tunggu Langkah BBWS Brantas

Martda Vadetya • Jumat, 25 April 2025 | 15:50 WIB

DIKERUK: DPUPR Kabupaten Mojokerto melakukan normalisasi afvoer Sungai Jombok di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, hingga beberapa hari ke depan.
DIKERUK: DPUPR Kabupaten Mojokerto melakukan normalisasi afvoer Sungai Jombok di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, hingga beberapa hari ke depan.
 

Penanganan Banjir Afvoer Sungai Jombok di Desa Tempuran

 SOOKO - Proyek normalisasi pencegah banjir tahunan afvoer Sungai Jombok di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, tengah digeber DPUPR Kabupaten Mojokerto. Hanya saja, penanganan infrastruktur pengendali banjir di aliran Sipon Watudakon masih menunggu langkah konkret dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

 ”Sesuai hasil rakor bersama pada Januari lalu, kami kebagian melakukan normalisasi aliran afvoer Sungai Jombok di Desa Tempuran,” ujar Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman, kemarin.

 Normalisasi afvoer Sungai Jombok sepanjang 5 kilometer di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, berjalan sejak 15 April lalu hingga awal Juni nanti. Proyek pengembalian fungsi sungai ini tak lain untuk meminimalisir risiko dampak banjir tahunan di desa dengan dua dusun tersebut. 

Kendati begitu, penanganan infrastruktur banjir di aliran afvoer Sungai Jombok masih menunggu sikap BBWS Brantas. Tepatnya perbaikan sejumlah pintu klep rusak dan belum adanya parapet sepanjang 250 meter pada tanggul sungai. ”Untuk itu kita masih menuggu BBWS Brantas,” imbuhnya.

 Menurut Rois, realisasi penanganan banjir tahunan ini menunggu finalisasi penghitungan anggaran BBWS Brantas. Pihaknya belum bisa memastikan kapan pengerjaan tersebut aspek vital pengendalian banjir tersebut direalisasi BBWS Brantas.

 ”Sesuai hasil rakor, pengerjaannya di tahun ini. Tapi, kita masih belum tahu pengerjaan mana saja yang diprioritaskan BBWS. Seperti rencana pembangunan kolam retensi masih lama, karena masuk perencanaan jangka menengah,” beber Rois.

 Seperti diketahui, banjir luapan afvoer Jombok menerjang Desa Tempuran setiap tahun. Terakhir terjadi pada 28 Februari lalu. Sejumlah rumah warga, tempat ibadah, sekolah, dan balai desa tergenang air. Peristiwa serupa juga terjadi pada sebulan sebelumnya atau bulan Januari.

 Banjir luapan yang terparah terjadi pada awal Desember 2024. Banjir selama sepekan tersebut membuat hampir seluruh wilayah Desa Tempuran lumpuh dan warga dievakuasi. (vad/ris)

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#tempuran #sooko #afvoer #normalisasi sungai #Proyek Normalisasi