DAWARBLANDONG - Banjir langganan akibat luapan Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong mulai disikapi pada musim kemarau tahun ini. Pemkab Mojokerto bakal bertemu dengan BBWS Bengawan Solo dan pemdes setempat untuk merancang langkah penanganan.
’’Habis musim hujan ini kami komunikasikan bertiga untuk pengendalian banjir,’’ kata Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman. Banjir yang merendam Dusun Klanting, Desa Pulorejo, menjadi konsentrasi penanganan. Wilayah tersebut terdampak paling parah pada awal tahun ini hingga dua kali diterjang luapan dalam sepekan.
Rois mengatakan, berdasarkan pemantauan, aliran Kali Lamong di Dusun Klanting telah mengalami pendangkalan. Akibatnya air gampang meluap ke rumah warga setiap musim hujan. Karena itu, aliran anak Sungai Bengawan Solo ini perlu dipasangi tanggul. ’’Butuh tanggul seperti yang di Dusun Balong, Desa Banyulegi,’’ tuturnya.
Di sisi lain, warga berharap normalisasi juga dilakukan pada aliran sungai kecil yang melintasi kampung. Sungai yang sudah dangkal itu berhulu di area persawahan dan bermuara di Kali Lamong. Titik banjir selama ini terjadi di Jembatan Dusun Klanting yang dialiri sungai kecil tersebut.
Menanggapi permintaan itu, Rois menyatakan solusi terbaik akan dicari melalui pertemuan tiga pihak antara DPUPR, pemdes, dan BBWS. Bahkan, jika nantinya penanganan dinilai perlu segera, pihaknya siap melaksanakan apabila diminta oleh BBWS selaku pengelola DAS. ’’Prinsipnya kalau memang dirasa prioritas dan diserahkan ke kami, akan kami laksanakan. Tetapi, kalau BBWS Solo yang siap, ya sana yang melaksanakan,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi