PACET - Pemerintah dikabarkan segera kembali membuka jalur Pacet-Cangar di Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Aspek ekonomi yang terdampak penutupan jalan menjadi salah satu pertimbangan vital. Pengerjaan proyek penguatan tebing terus dikebut seiring rencana kembali dibukanya ruas jalan pada pekan ini.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengutarakan, ihwal kembali dibukanya jalan alternatif Mojokerto-Batu menjadi atensi Pemkab Mojokerto dan Pemprov Jatim. Dari hasil evaluasi penanganan longsor, ruas jalan provinsi tersebut belum bisa kembali dibuka per kemarin. ’’Dari hasil evaluasi tadi (kemarin), kemungkinan (jalan) dibuka dalam minggu ini. Karena memang ini mempertimbangkan perekonomian masyarakat,’’ ungkapnya dihubungi Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.
Pihaknya menyebutkan, alasan belum dibukanya jalur itu karena masih ada sejumlah material konstruksi di badan jalan. Selain itu, tim gabungan terkendala faktor cuaca buruk dan medan tebing curam selama pengerjaan. ’’Rencananya nanti kalau material sudah bersih, jalannya (masih) akan dibuka-tutup,’’ jelas Khakim.
Dihubungi terpisah, PPK Wilayah I UPT PJJ Mojokerto DPU Bina Marga Jatim Tri Cahyo Utomo mengatakan, dua alat berat ekskavator besar dan wheel loader milik Pemprov Jatim telah tiba di lokasi per kemarin. Keduanya akan mulai aktif dioperasikan per hari ini. Total tiga alat berat dioperasikan di lokasi untuk menyokong upaya percepatan penanganan longsor ini. ’’Insya Allah besok pagi (hari ini) bisa mempermudah menaikkan material tanah uruk dan pipa high density polyethylene (HDPE). Pipa sepanjang 24 meter ini akan kita pasang untuk saluran (sungai kecil) di atas,’’ ungkapnya.
Agar pipanisasi terealisasi, pihaknya menunggu aba-aba dari tim Tahura Raden Soerjo untuk melakukan penebangan lima pohon di lokasi. ’’Untuk hari ini (kemarin), progres pemasangan terasering bambu atau soil bioengineering sendiri sudah mencapai 30 persen,’’ sebut Cahyo. (vad/fen)