Yayasan Bakal Beri Trauma Healing bagi Korban Selamat
KABUPATEN - Wisata berujung maut yang menimpa rombongan tujuh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menjadi perhatian semua pihak.
Setelah fokus menangani tiga santri yang ditemukan meninggal terseret ombak, pihak yayasan berancang-ancang akan menggelar trauma healing bagi empat santri yang selamat. Ketiga korban meninggal itu adalah YAI, 15, asal Sukolilo, Surabaya; MLM, 15, warga Genteng, Surabaya; dan MFS, 15, asal Gedangan, Sidoarjo.
Jumat (11/4) sore, ketiga jenazah korban tuntas dievakuasi dari lokasi untuk menjalani visum luar di RSUD Saiful Anwar Malang. Ketiga jenazah sempat disalatkan di Ponpes Amanatul Ummah sebelum dimakamkan di tempat asal masing-masing.
”Yang dua (YAI dan MLM) disalatkan bareng. Yang satu sendiri, malamnya. Karena mereka ditemukan berbeda, selang beberapa jam,” ungkap Jubir Yayasan Ponpes Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Affaan Hasnan, kemarin (12/4).
Pihaknya menyebut, empat orang santri yang selamat dari petaka telah kembali ke asrama pesantren. Masing-masing AKR, 16; KY, 15; RA, 15; dan HS, 15. ”Sudah ketemu dengan pihak pondok dan orang tuanya juga,” imbuhnya.
Kendati demikian, keempatnya masih syok pasca mengalami kejadian berujung maut tersebut. Rencananya, lanjut Affan, pihak yayasan bakal memberikan trauma healing bagi keempat santri tersebut. Treatment khusus yang akan diberikan ini tak lain agar mereka terlepas dari bayang-bayang insiden traumatis tersebut.
”Tentunya mereka akan dapat penanganan (trauma healing) setelah kejadian. Untuk teknisnya seperti apa, nanti teman-teman pengurus MTs yang akan menangani,” beber Affan. Seperti diketahui, rombongan tujuh santri asal Ponpes Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, itu melancong ke Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, pada Rabu (9/4).
Para pelajar kelas 9 MTs ini ke lokasi mengendarai mobil rental sejak sehari sebelumnya. Di lokasi, enam santri berenang di laut, sedangkan satu orang memilih berada di tepi pantai. Seorang santri kemudian mentas lebih awal untuk melaksanakan salat. Tak berselang lama, lima santri terseret ombak ke tengah laut.
Dua orang di antaranya terselamatkan usai ditolong dua pengunjung pantai. Sedangkan YAI, MFS, dan MLM hilang terseret ombak hingga akhirnya ditemukan pada Jumat (11/4). Mereka disebut terbawa arus saat berenang di area palung laut sepanjang 1,8 kilometer hingga 3,7 kilomter dari titik tenggelam. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi