Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Waktu Pengerjaan Jembatan Ambrol Diterjang Banjir di Mojokerto Selama Delapan Bulan

Farisma Romawan • Minggu, 13 April 2025 | 14:20 WIB

DIREHABILITASI: Jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, mulai dibongkar dan akan dibangun konstruksi baru.
DIREHABILITASI: Jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, mulai dibongkar dan akan dibangun konstruksi baru.
 

Proyek Pembangunan Jembatan Talunbrak Rp 14,9 Miliar

 KABUPATEN – Proyek rehabilitasi Jembatan Talunbrak di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, mulai digarap. Jumat (11/4), jembatan asli yang rusak akibat diterjang banjir telah dibongkar untuk dibangun kembali menggunakan konstruksi baru.

 Selama 8 bulan ke depan, pembangunan jembatan senilai Rp 14,9 miliar ditargetkan segera rampung, sehingga bisa digunakan warga untuk akses beraktivitas. Dalam pembongkaran kemarin, kontraktor tidak hanya melepas bagian jembatan yang sudah miring tersebut. Tapi, juga membuat fondasi untuk pembuatan tiang pancang jembatan yang nantinya terbuat dari konstruksi baja.

 Fondasi juga dijadwalkan akan diresmikan lewat peletakan batu pertama oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Rabu (16/4). ’’Sesuai kontraknya selama 8 bulan. Sementara masih gali fondasi untuk persiapan peletakan batu pertama hari Rabu (16/4),’’ ungkap Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya, kemarin.

 Dengan dibongkarnya jembatan lama, praktis warga dari kedua arah kini tidak bisa lagi menggunakan akses menyeberangi Kali Lamong tersebut. Satu-satunya akses hanya ada di Jembatan Desa Sumberwuluh yang jaraknya sekitar 5 kilometer. Bahkan, sejumlah petani terpaksa turun ke sungai untuk bisa menyeberang ke Dusun Brak.

 Terkait keluhan tersebut, Henri mengaku akan membuatkan jembatan darurat yang bisa digunakan warga untuk beraktivitas. Khususnya bagi para pelajar dan petani yang selama ini mengandalkan Jembatan Talunbrak sebagai satu-satunya sebagai akses lalu lintas. ’’Nanti ada jembatan darurat untuk akses warga. Sementara saat ini konsentrasi pada pembongkaran dan pembuatan pondasi,’’ tandasnya.

 Pembangunan jembatan sepanjang 60 meter tersebut digeber setelah mendapat persetujuan dari BNPB. Desember lalu, anggaran Rp 14,9 miliar yang bersumber dari hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana pemerintah pusat telah ditransfer ke rekening kas umum daerah (RKUD) Pemkab Mojokerto.

 Sesuai rancangan, revitalisasi Jembatan Talunbrak akan menggunakan konstruksi baja. Jembatan melintang di atas kali Lamong ini akan membentang sepanjang 60 meter dengan lebar 6 meter. Sehingga bisa dilalui kendaraan pribadi roda empat atau mobil dengan dua lajur berlawanan. (far/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#talunbrak #proyek pembangunan #dawarblandong mojokerto #jembatan rusak