Dibangun di Meri dengan Kapasitas Empat Ribu Porsi
KOTA - Selain menyasar siswa, rencana penambahan dapur umum untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Mojokerto juga akan mencakup ibu hamil (bumil) dan balita. Sedianya, dapur yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini akan menyuplai hingga empat ribu porsi dalam sekali produksi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, penambahan satu unit dapur umum MBG yang bakal didirikan di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan untuk memperluas sasaran penerima. Tidak hanya menyuplai peserta didik, tetapi juga akan diberikan kepada target prioritas lainnya. ’’Selain siswa, juga untuk ibu hamil, ibu menyusui, sama balita,’’ tandasnya.
Sehingga, dapur umum yang dinaungi Badan Gizi Nasional (BGN) ini diproyeksikan berkapasitas 4 ribu porsi dalam sekali produksi. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen disalurkan untuk peserta didik. ’’Yang 10 persen untuk ibu hamil hingga balita,’’ urainya.
Dari hasil pendataan sementara, jumlah peserta didik yang akan dicover program MBG tahap lanjutan ini berkisar 3.500 anak. Masing-masing berasal dari lembaga pendidikan jenjang PAUD sampai dengan MA sederajat.
Sedangkan, untuk sasaran bumil hingga balita masih dalam proses pendataan dari kelurahan di wilayah Kecamatan Kranggan. ’’Baru data siswa yang masuk. Untuk ibu hamil dan balita belum, tetapi akan dialokasikan dalam daftar sasaran MBG,’’ ulasnya.
Penambahan dapur umum diperkirakan akan mulai direalisasikan di bulan ini. Dengan demikian, di Kota Mojokerto akan terdapat dua unit dapur yang ditunjuk untuk menyuplai program MBG.
Sebelumnya, BGN telah menetapkan satu dapur MBG di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari yang dioperasikan sejak Februari lalu. Dapur ini menyuplai sebanyak 3.247 porsi untuk didistribusikan ke 9 lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Magersari. Termasuk menyalurkan paket makanan untuk 48 bumil dan ibu menyusui serta 216 balita. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi