Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jalur Pacet-Cangar Mojokerto Ditutup Sebulan, Begini Penjelasan dari Pemprov Jatim

Martda Vadetya • Kamis, 10 April 2025 | 14:55 WIB
DIKEREK: Petugas gabungan mengevakuasi rangka kendaraan yang terpendam longsoran ke permukaan jalan Pacet-Cangar, Rabu (9/4).
DIKEREK: Petugas gabungan mengevakuasi rangka kendaraan yang terpendam longsoran ke permukaan jalan Pacet-Cangar, Rabu (9/4).

Dibuka setelah Pembangunan Penahan Tanah Rampung

PACET - Dua kendaraan yang tergulung longsor di jalur Pacet - Cangar akhirnya terevakuasi tim gabungan, Rabu (9/4). Sedangkan, pembersihan material longsoran yang menghalangi jalur Pacet-Cangar sudah rampung. Namun hingga kemarin akses alternatif Mojokerto-Batu itu masih ditutup Penutupan jalur di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo itu rencananya diberlakukan sebulan atau selama pembangunan penahan tanah.

’’Untuk mobil pikap dan Innova sekarang sudah terevakuasi ke permukaan jalan semua,’’ ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yoie Afrida Susetyo Djati, Rabu (9/4). Kedua kendaraan nahas tersebut yakni Toyota Innova Reborn nopol L 1217 NT dan pikap Daihatsu Grand Max nopol S 9137 N. Posisi awal mobil dan pikap itu berada lebih dari 10 meter di bawah permukaan jalan.

Total 10 orang penumpang tewas setelah dua kendaraan itu tergulung longsor saat melintasi lokasi pada Kamis (3/4). Praktis, mobil dan pikap ini baru terevakuasi enam hari pasca tragedi terjadi. Tepatnya, pada hari ketiga operasi pembersihan dan evakuasi kendaraan mulai digelar Senin (7/4). ’’Kita terkendala medan tebing yang curam. Tim harus turun ke titik kendaraan yang ada di antara gundukan tanah dan terjepit batu. Jadi butuh waktu,’’ ungkapnya.

Sejumlah armada off road dari Indonesia Off road Federation (IOF) dilibatkan dalam proses evakuasi. Selain mengerahkan mobil rescue BPBD Kabupaten Mojokerto, juga gunakan ekskavator maupun alat katrol. ’’Sementara mobil Innova dan pikap kita bawa ke Posko Sendi sambil menunggu hasil koordinasi dengan kepolisian,’’ jelas Yoie.

Di samping itu, tim gabungan turut menggeber pembangunan struktur bronjong sekaligus terasering bambu penguat tebing. Sebagian material batu dan cor telah terpasang di tebing yang sebelumnya rusak akibat longsor. ’’Untuk pengerjaan tembok penahan tanah (TPT) sementara ini progresnya baru sekitar 10 persen,’’ terangnya.

Yoie menambahkan, struktur TPT itu merupakan bagian plengsengan terasing bambu berdimensi 70 meter x 40 meter persegi untuk menutup tebing. Sesuai teknik biosoil engineering yang digunakan untuk mengantisipasi longsor terulang.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Edy Tambeng menjelaskan, pembersihan material masih belum rampung sepenuhnya. Selain mengevakuasi kendaraan korban, petugas juga akan memperkuat lereng untuk mencegah longsor susulan. ’’Estimasi pengerjaan sebulan. Sehingga, kami berharap akses ditutup dahulu,’’ kata Tambeng dikonfirmasi terpisah.

Saat ini, lanjut dia, Saat ini pembangunan penahan tanah sudah dimulai. Panjangnya sekitar 40 meter. Adapun ketinggian dari tembok itu mencapai 70 meter. Lokasi longsor masih berstatus zona merah. Sewaktu-waktu masih berpotensi terjadi longsor susulan. ’’Tanah di lokasi ini jenis regosol. Sehingga belum bisa diprediksi,’’ tambah Tambeng.

Dia menjelaskan, kondisi tanah di lokasi telah dikembalikan seperti semula, Dinas PU Bina Marga akan segera berkoordinasi dengan BPBD Jatim untuk membuka jalur Cangar-Pacet. Selain jalur Cangar-Pacet, saat ini pemprov melalui Dinas Kehutanan Jatim juga menutup empat objek wisata di kawasan Tahura Raden Soerjo. Yakni Objek Wisata Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang dan Wisata Panorama Petung Sewu. Objek wisata ini ditutup  sejak 3 April lalu.

Kepala UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo Dinas Kehutanan Jatim Ahmad Wahyudi menjelaskan, pihaknya masih belum mengetahui kapan objek wisata itu dibuka. Sebab hal itu juga bergantung cuaca dan kondisi tanah di kawasan hutan. Pengelola masih akan melihat situasi beberapa waktu ke depan. Wahyudi menegaskan, penutupan wisata juga dalam rangka mitigasi bencana. Pemerintah tak ingin korban bertambah. Dia berharap seluruh pengunjung dan pengelola tempat usaha bisa memahami keputusan pemerintah. (vad/hen/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#bencana longsor #Pacet cangar #evakuasi kendaraan #Jalur Ditutup