MOJOKERTO - Ditutupnya jalur Mojokerto ke Batu via Cangar sejak insiden longsor di sekitar Wisata Air Terjun Watu Lumpang, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, berdampak luas. Operasional angkutan kota dalam provinsi (AKDP) Mojokerto-Batu terpaksa disetop sementara hingga penanganan pasca bencana rampung dilakukan.
Kasi Dalops UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid mengatakan, operasional lima armada angkutan milik PO Bagong sementara disetop total seiring penutupan jalan provinsi tersebut diberlakukan. ’’Mau tidak mau, sementara angkutan Mojokerto-Batu libur operasional dahulu,’’ sebutnya.
Lanjutnya, terputusnya akses jalan antar daerah ini berdampak pada mobilitas masyarakat secara keseluruhan. Pengguna jalan terpaksa berputar lebih jauh lewat Pandaan untuk menuju Mojokerto maupun Batu. ’’Masyarakat umum maupun kendaraan sayur yang sehari-hari mengakses jalan Mojokerto-Batu ini juga terdampak. Kalau mau ke Surabaya jadi harus lewat tol Pandaan,’’ ungkap Yazid.
Lalu lintas di jalan provinsi ini akan kembali normal setelah proses evakuasi material longsor rampung digelar. Tetapi, kata Yazid, penanganan pasca bencana itu masih perlu adanya kajian lanjutan dari pihak terkait. Di antaranya, untuk pastikan tidak ada longsor susulan selama pembersihan jalan dilakukan. ’’Kajian itu nanti juga untuk mengetahui penyebab utama longsornya yang perlu diteliti lebih lanjut. Perkiraan jalur ditutup lebih dari sepekan kedepan,’’ bebernya.
Hal ini berawal dari kejadian longsor di sekitar Wisata Air Terjun Watu Lumpang pada Kamis (3/4). Selain memutus jalan provinsi sekitar 50 meter, dua kendaraan tergulung material longsor hingga terperosok ke jurang. Yakni, Toyota Innova Reborn nopol L 1217 NT bermuatan tujuh orang rombongan dari Sukodono, Sidoarjo.
Dan pikap Daihatsu Grand Max nopol S 9137 N berpenumpang tiga orang satu keluarga asal Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Seluruh penumpang tuntas teridentifikasi dan dievakuasi dalam kondisi tewas sehari berikutnya. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi