KABUPATEN - Pemerintah telah memetakan masa mudik dan balik Lebaran tahun 2025. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada pekan depan. Jumlah kendaraan di sejumlah ruas jalan dimungkinkan melonjak seiring berlangsungnya masa pulang kampung.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menuturkan, mobilitas masyarakat mulai berlangsung kurun 23 Maret hingga 8 April mendatang. ’’Untuk puncak arus mudik diprediksi pada 28 Maret atau H-3 Lebaran, sedangkan puncak balik pada 6 April atau H+6,’’ ungkapnya, kemarin.
Hasil kajian Kementerian Perhubungan, sambung Rachmat, pada momen Lebaran kali ini diperkirakan terjadi pergerakan masyarakat secara nasional hingga 146 juta penduduk. Sebagaian di antaranya terjadi di Mojokerto. Sehingga dimungkinkan turut berdampak pada melonjaknya volume kendaraan di ruas jalan tol maupun non tol. ’’Untuk itu, kami siagakan 82 personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Semeru 2025 dan disiagakan secara bergilir di empat pos,’’ terangnya.
Rachmat menjelaskan, ada sejumlah fokus utama petugas pada masa mudik dan balik. Khususnya mengoptimalkan keamanan dan keselamatan di seluruh jalur transportasi darat maupun sungai. ’’Kami bersama kepolisian dan jajaran, mengupayakan kelancaran dan keselamatan transportasi baik pada jalur arteri, penyeberangan hingga tempat wisata,’’ ucap Rachmat.
Pemudik diimbau mewaspadai 11 titik rawan macet yang telah dipetakan DPRKP2. Mulai dari Simpang Kenanten, Simpang Klenteng Mojosari, Simpang Awang-Awang. Kemudian, Simpang Gondang, Simpang Pasar Sawahan Bangsal, Simpang Daplang Trawas, hingga kawasan wisata padusan dan Ganjaran Trawas. ’’Untuk mengurai terjadinya penumpukan kendaraan, kami bersama kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. termasuk pengalihan ke jalur alternatif,’’ tukas Rachmat. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi