PENDEKAR Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Mojokerto menggelar kirab budaya dan aksi sosial bagi takjil, Sabtu (22/3). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi PSHW dalam melestarikan budaya sekaligus berdampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan kirab budaya yang diberangkatkan langsung oleh Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti dari halaman Kantor Kelurahan Meri. Rombongan 700 orang pendekar berjalan mengitari lingkungan Meri sambil menyuguhkan tarian Reog Ponorogo dan Bantengan. Kemudian acara kirab disambung dengan membagikan takjil pada warga dan pengguna jalan bersama ketua dewan.
Ketua Cabang PSHW Mojokerto Siswanto menuturkan, kirab budaya yang dimotori ratusan pendekar ini sebagai wujud komitmen PSHW dalam melestarikan budaya Nusantara. ’’Kegiatan ini untuk melestarikan budaya Indonesia. Sekaligus bentuk sinergisitas dengan visi Kota Mojokerto sebagai kota wisata sejarah dan budaya,’’ ujarnya.
Di pengujung kegiatan, pihaknya turut menekankan pada seluruh peserta agar tidak konvoi. Serta, tidak menggunakan atribut dalam perjalanan pulang sebagai bentuk kedisiplinan dan penghormatan terhadap aturan yang berlaku. ’’Kami ingatkan, setelah acara ini tidak ada konvoi dan juga supaya tidak memakai atribut selama perjalanan pulang,’’ tandas Siswanto.
Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti mengapresiasi, kegiatan yang diinisiasi PSHW Mojokerto ini. Menurutnya, para pesilat PSHW telah terdidik dengan baik sejak usia dini dan berpeluang besar menjadi pemimpin masa depan. ’’Saya yakin panjenengan semua mentalnya sudah terdidik sejak usia dini. Saya yakin 10 atau 20 tahun ke depan panjenengan bisa menggantikan kita memimpin Kota Mojokerto,’’ sebut Ery.
Dia juga mengingatkan, sebagai pesilat dan pendekar, anggota PSHW mesti tetap taat hukum serta menunjukkan sikap yang santun kepada masyarakat. ’’Panjenengan harus menunjukkan ke masyarakat, meskipun anda pesilat tetapi tidak arogan,’’ tambahnya. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi