BNN Kota: Sopir Rawan Pakai Narkoba untuk Doping
KOTA - Puluhan sopir bus menjalani pemeriksaan narkoba dengan tes urine di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, kemarin (21/3). Pemeriksaan ini untuk mencegah perilaku doping pengemudi angkutan umum yang dapat membahayakan penumpang menjelang mudik Lebaran.
Kegiatan cek kesehatan dan tes urine itu dilakukan petugas BNN Kota Mojokerto bersama polisi dan instansi terkait. Para sopir bus yang singgah di terminal langsung diperiksa satu per satu. ’’Ada 22 sopir yang kami periksa untuk mendeteksi manakala ada yang mengonsumsi narkoba,’’ kata Kepala BNN Kota Mojokerto Agus Susanto, kemarin.
Menurutnya, hasil tes urine seluruh sopir dinyatakan negatif narkoba. Agus menyatakan selama ini pemeriksaan narkoba rutin dilakukan setiap momen libur panjang seperti Nataru dan Lebaran yang sebentar lagi datang. Pasalnya, kata Agus, jadwal perjalanan yang padat rentan menjerumuskan sopir mengonsumsi obat terlarang.
Skrining kesehatan menjadi langkah deteksi dini untuk mengantisipasi pengemudi angkutan umum melakukan doping. ’’Biasanya sopir itu kejar target dan rawan memakai narkoba untuk doping, apalagi yang sudah ketagihan,’’ bebernya.
Agus mengatakan pada libur Nataru tahun lalu pihaknya menemukan adanya sopir bus yang menggunakan narkoba. Perilaku tersebut praktis membahayakan penumpang dan dapat memicu kecelakaan. ’’Kita selama ini juga sering sosialisasi juga ke sopir,’’ tandasnya.
Selain dites kandungan narkoba, kemarin para pengemudi angkutan umum juga menjalani medical check-up. Kesehatan mereka diperiksa dari kondisi tensi darah dan lainnya. Pengecekan ini sebagai upaya menjamin keamanan dan keselamatan pemudik pada Lebaran kali ini. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi