KABUPATEN - Tingginya curah hujan menjadi salah satu faktor penyebab munculnya lubang jalan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat jalan rusak jelang masa mudik lebaran 2025 ini, kepolisian menandai lubang jalan nasional dengan cat warna putih.
Bersama UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim dan DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Satlantas Polres Mojokerto menandai sejumlah lubang jalan di sekitar Simpang Lima Kenanten. ’’Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi laka lantas agar pengendara lebih waspada dan berhati-hati,’’ ujar Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Ridho Rinaldo Harahap, kemarin.
Pihaknya menjelaskan, kerusakan terdapat di sejumlah titik sepanjang ruas jalan nasional Mojokerto - Mojosari. Selain di Simpang Lima Kenanten, lubang jalan ditemukan di Pasinan, Pekukuhan, Trowulan dan Mojosari yang lebih dahulu ditandai cat putih oleh petugas. Satlantas Polres Mojokerto mencatat, Total ditemukan sekitar 30 lubang jalan dari sejumlah titik tersebut.
’’Alhamdulillah berkat koordinasi yang baik dengan PPK 4.2 BBPJN Jatim - Bali, beberapa titik jalan berlubang saat ini sudah dilakukan penambalan,’’ ungkap Ridho. Selain tingginya curah hujan, lanjut Ridho, beban kendaraan besar yang lalu lalang di jalan nasional jadi faktor lain pemicu jalan berlubang.
Keberadaan lubang menganga dengan diameter yang beragam ini pun bisa mengancam keselamatan pengguna jalan. Terutama bagi pengendara roda dua yang rawan mengalami kecelakaan tunggal akibat jalan rusak. ’’Kegiatan ini juga sekaligus bentuk pencegahan laka lantas dalam rangka kesiapan dilaksanakannya Operasi Ketupat Semeru 2025,’’ tutup mantan Spripim Polda Jatim ini. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi