Masuk Rute Trans Jatim Koridor 6 Mojokerto-Porong
KABUPATEN - Pengembangan Trans Jatim koridor 6 rute Mojokerto - Porong memiliki dampak yang luas. Salah satunya, kembali dihidupkannya Terminal Mojosari yang hampir lima tahun belakangan mati suri. Rencananya, terminal tipe B itu bakal diperbaiki untuk tempat naik-turun penumpang bus subsidi pemerintah tersebut.
’’Beberapa waktu lalu konsultan dari provinsi sudah mengecek langsung kondisi terminal (Mojosari),” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, kemarin. Sesuai skema awal, bus dari Terminal Kertajaya maupun Terminal Porong bakal masuk ke area Terminal Mojosari untuk mengangkut dan menurunkan penumpang.
Oleh karena itu, aset milik Dishub Provinsi Jatim itu perlu direnovasi sebelum bus Trans Jatim koridor 6 mengaspal lantaran menahun mangkrak. Rachmat menjelaskan, renovasi menyasar sejumlah komponen terminal. Mulai dari bagian gapura hingga peron tempat pemberhentian sementara transportasi umum. ’’Nanti akan bangun ulang dengan konsep Majapahitan. Seperti ornamen lampu, PJU ataupun gapuranya. Itu sudah kami koordinasikan dengan Dishub Jatim,’’ bebernya.
Hanya pihaknya belum bisa bicara detail soal kucuran anggaran yang dipakai untuk merevitalisasi sarpras transportasi publik ini. Tetapi, Rachmat memastikan perbaikan terminal bakal rampung sebelum koridor 6 diresmikan Mei mendatang. ’’Karena ini aset pemprov, perbaikannya ikut anggaran provinsi. Targetnya selesai sebelum Mei, ada kemungkinan koridor 6 nanti di-launching di Terminal Mojosari,’’ rincinya.
Seperti diketahui, rencana pengembangan Trans Jatim koridor 6 Mojokerto-Porong kian menguat seiring digelarnya rakor bersama instansi terkait di kantor Dishub Provinsi Jatim pada 25 Februari lalu. Bus subsidi pemerintah itu nantinya bakal melalui rute Terminal Kertajaya-Terminal Mojosari-Ngoro-Japanan-Terminal Porong.
Di Sidoarjo, nantinya bakal terintegrasi dengan jalur angkutan AKDP arah Malang, Pasuruan, Probolinggo maupun Banyuwangi. Pemerintah menyiapkan 15 armada untuk melayani rute berjarak 35 km dengan estimasi waktu tempuh 1 jam 8 menit tersebut. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi