KABUPATEN - Pemerintah saat ini terus mematangkan skema operasional Trans Jatim koridor 6 rute Mojokerto-Porong. Jumlah halte yang akan dibangun di wilayah Kabupaten Mojokerto diprediksi meningkat dari rencana awal. Tetapi, sebagian halte hanya berupa plang rambu pemberhentian bus tanpa bangunan shelter.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menjelaskan, hal tersebut sebagaimana hasil survei finalisasai penentuan titik halte Trans Jatim koridor 6 pada pekan lalu. Inspeksi dilakukan bersama Dishub Provinsi Jatim, Dishub Kabupaten Sidoarjo dan instansi terkait. ’’Dari hasil survei itu rencana pembangunan halte ada di 56 titik. Ini menyesuaikan kebutuhan dan rekomendasi dari BBPJN Jatim-Bali juga,’’ ungkapnya, kemarin.
Dijelaskannya, di puluhan titik di wilayah Kabupaten Mojokerto tersebut nantinya tidak semua akan dibangun shelter. Sekitar 20 titik bakal hanya dipasangi rambu pemberhentian bus. ’’Bertambahnya jumlah titik halte ini ada beberapa pertimbangan. Salah satunya bangkitan lalu lintas yang tinggi. Seperti persimpangan, sekolah, pasar maupun kawasan pabrik,’’ bebernya.
Sedianya, lanjut Rachmat, DPRKP2 menyodorkan 29 titik potensial ke Dishub Provinsi Jatim untuk segera dibangun halte Trans Jatim koridor 6. Masing-masing 15 titik dari Mojokerto-Ngoro dan 14 titik dari arah sebaliknya. Nantinya, puluhan halte tersebut segera dibangun Dishub Provinsi Jatim berikut melengkapi sejumlah rambu dan marka sebelum rute anyar ini diresmikan Mei mendatang. ’’Karena kalau tidak lengkap maka belum boleh operasional. Kita terus berkoordinasi dengan provinsi untuk itu,’’ tandas Rachmat.
Dalam rakor di kantor Dishub Provinsi Jatim pada 25 Februari lalu, gambaran umum operasional bus subsidi pemerintah ini makin gamblang. Rencananya, rute anyar ini melalui Terminal Kertajaya-Terminal Mojosari-Ngoro-Japanan-Terminal Porong. Dan akan terintegrasi dengan jalur angkutan AKDP arah Malang, Pasuruan, Probolinggo maupun Banyuwangi. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi