Rukyatul Hilal di Masjid Besar Darussalam Gemekan
KABUPATEN – Awan mendung yang menggelayuti langit di Mojokerto Raya sejak siang turut menghambat proses pengamatan hilal di atap Masjid Besar Darussalam (Madasa) Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, petang kemarin
Meski tim observasi bulan tetap menjalankan tugas pengamatan, namun hilal sebagai penentu datangnya 1 Ramadan 1446 Hijriah tetap tak terlihat oleh para perukyah. Padahal, sejumlah petugas dari Kemenag Kabupaten dan Kota Mojokerto telah bersiap melakukan observasi hilal sejak sore. Bersama Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Mojokerto, empat teleskop turut disediakan guna membantu proses pengamatan.
Dimulai pukul 17.51 WIB, rukyatul hilal dipimpin Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Mukti Ali. Selama 11 menit pengamatan, tak satupun dari empat perukyah mampu melihat munculnya bulan muda tersebut.
Mereka mengaku kondisi langit yang tertutup mendung hitam mengganggu pengamatan hilal. Sehingga posisi hilal dengan ketinggian 3 derajat sesuai kriteria MABIMS (forum kerja sama Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) tak mampu diteropong.
’’Hasil dari para perukyah, tidak ada satupun yang bisa menyaksikan hilal. Karena mungkin cuaca yang sangat tidak mendukung. Untuk penentuan 1 Ramadan, kami akan mengikuti sidang isbath di Kementerian Agama, Jakarta,’’ ungkap Muttakin.
Dengan hasil tersebut, Hakim Pengadilan Agama (PA) Mojokerto Nuril Huda yang turut menggelar sidang persaksian hilal di lokasi memutuskan hilal tidak terlihat. Sehingga permohonan rukyatul hilal di Mojokerto tidak bisa dijadikan dasar untuk sidang isbath di Kemenag Pusat, Jakarta.
Mendengar hasil sidang, Muttakin mengaku akan mengikuti prosedur di Kemenag pusat dalam menentukan 1 Ramadan. Yakni, berdasarkan hasil rukyatul hilal dari daerah-daerah lain di Indonesia yang memungkinkan melihat hilal. ’’Pada prinsipnya kami hanya mengikuti secara administrasi. Kami akan mengikuti sidang isbath secara nasional di Jakarta,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi